Home > METRO BERITA > Trans Studio Mungkin Dibangun di Lahan Eks Wonderia, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Trans Studio Mungkin Dibangun di Lahan Eks Wonderia, Asalkan Penuhi Syarat Ini

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Hendrar Prihadi kembali membuka kemungkinan rencana pembangunan Trans Studio di Semarang. Eks lahan Wonderia menjadi salah satu alternatif lokasi yang dipilih, tapi dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Penyegelan Wonderia, Kamis (16/2). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Pemkot Semarang resmi mengakhiri kerjasama dengan PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (PT Smart) selaku pengelola Wonderia. Taman hiburan yang berada di Jalan Sriwijaya itu juga sudah disegel oleh Satpol PP pada Kamis (16/2) kemarin. Selanjutnya lahan eks Wonderia akan dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.

Hendi, sapaan wali kota berencana membuat polling untuk pemanfaatan lahan eks Wonderia. Jika memungkinkan, kata dia, tempat itu akan dibangun Trans Studio yang sebelumnya sempat direncanakan tapi batal karena kuatnya penolakan dari sebagian masyarakat.

“Dulu katanya nggak boleh (dibangun Trans Studio), ini berarti kan saya harus melakukan komunikasi ulang. Nanti kita buat poling lah kira-kira pasnya buat apa. Kalau banyak yang masih menginginkan Trans Studio ya nanti saya hubungi lagi,” kata Hendi, Jumat (17/2).

Namun, Hendi menegaskan jika nantinya pemanfaatan lahan eks Wonderia bakal melibatkan masyarakat. “Kemarin ada yang ngomong dibuat gedung pertemuan, ya nanti saya coba tawarkan lagi. Saya rasa nanti akan ajak masyarakat untuk menentukan kira-kira pemanfaatan yang paling tepat untuk apa,” tukasnya.

Terkait pemutusan kerjasama dengan PT Smart, politisi PDI Perjuangan itu memastikan bahwa pihaknya selalu menghargai dan menghormati perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh pemimpin Kota Semarang jaman dulu. Tetapi, pada saat perjanjian tersebut tidak ditepati oleh pihak ketiga dalam hal ini swasta atau investor, maka sudah menjadi kewajibanya untuk mengingatkan.

Seperti diketahui, pengelolaWonderia menunggak pembayaran royalti dan pajak sejumlah total Rp 3,171 miliar. Terdiri dari  kewajiban royalti sejak tahun 2015-2016 senilai Rp 600 juta, denda keterlambatan royalti 2015-2016 sebesar Rp 349 juta, tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan 2013-2017 sebesar Rp 1,785 miliar, dan tunggakan pajak hiburan sebesar Rp 436 juta.

Selanjutnya, Pemkot memberikan waktu 6 bulan bagi pengelola Taman Rekreasi dan Hiburan Wonderia, yakni PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (PT Smart) untuk mengeluarkan asetnya. (duh)