Home > METRO BERITA > Sosialita > Triyono: Jadikan Perpustakaan sebagai Base Camp

Triyono: Jadikan Perpustakaan sebagai Base Camp

image
Triyono (foto: Metro Semarang/Ade Lukmono)

Tidak mudah bagi Triyono untuk beralih dari perbengkelan menjadi seorang supervisor di Gamacandi. Menurutnya, proses banting stir dari seorang mekanik menjadi seorang pemimpin di rumah makan itu banyak lika-liku.

“Masalah utama adalah kejenuhan dan merasa minder, apakah kita akan bertahan untuk maju atau malah mundur,” ujar pemuda kelahiran Samarinda ini. Namun, itu semua dapat diatasi dengan cara belajar dan membaca.

Diakuinya, membaca merupakan hobinya sejak dulu. Bahkan ketika sedang tidak sibuk mengelola resto yang dia kelola, dia memilih untuk pergi ke perpustakaan wilayah untuk membaca. “Ruangannya nyaman dan dingin,” kata dia.

Selain itu, kebiasaan membacanya tersebut telah dia jadikan sebuah rutinitas. Dia mengatakan, perpustakaan wilayah adalah base camp dia untuk melepaskan rasa jenuh. Buku-buku yang dia baca pun tidak melulu persoalan manajerial. Triyono malah menyukai buku filsafat, sejarah, bahasa dan pengetahuan umum.

Selain itu dia yang menggemari klub bola Arsenal juga aktif dalam kegiatan olahraga futsal. “Dulu pernah mau diadakan kompetisi antar pegiat pariwisata seperti hotel, resto dan lain-lain, namun sampai sekarang belum terealisasi,” tutur Triyono. (ade)

1 Komentar

  1. Yakin kui ngapusi