Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Troli Karya Mahasiswa Polines Ini Bisa Dikontrol lewat Rompi

Troli Karya Mahasiswa Polines Ini Bisa Dikontrol lewat Rompi

METROSEMARANG.COM – Troli atau kereta pengangkut barang umumnya harus didorong agar bisa bergerak. Tetapi, Bayu Triatmono bersama dua rekannya Achmad Trisna Yudanto, dan Alfi Fahala, mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) telah menemukan terobosan baru agar troli tak perlu lagi didorong. Troli tersebut diberi nama Troli Otomatis Berbasis Arduno.

Troli otomatis karya mahasiswa Polines. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Troli otomatis karya mahasiswa Polines. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

“Ini adalah pengembangan troli, tanpa didorong tapi hanya perlu pakai rompi khusus,” terang Bayu saat dihubungi metrosemarang.com, baru-baru ini.

Troli yang mampu menampung beban hingga 40 kg ini dapat bergerak otomatis mengikuti pengguna rompi. Bukan asal rompi yang dipakai, tapi rompi khusus dengan kode warna yang sudah diatur. Terdapat tiga kode warna yang terpasang di rompi, merah, kuning, dan hijau. Nantinya warna tersebut akan dikunci oleh kamera Pixy yang ada di troli.

“Kamera Pixy ini semacam matanya, jadi kalau ketiga warna itu sudah terkunci maka jika pemakai rompi bergerak otomatis troli akan ikut bergerak, berbelok, bahkan menanjak,” papar Bayu.

Ia menambahkan troli tidak akan bergerak jika kamera Pixy hanya mengunci salah satu warna saja dari ketiga kode warna tadi. Selain itu, untuk menghindari tabrakan troli dengan pengguna rompi, dipasang sensor SRF04. Sebuah sensor untuk mengukur jarak gelombang ultrasonik antara pengguna rompi dan troli.

“Jarak untuk berhenti 30 sentimeter dari pemakai,” imbuh Bayu.

Tidak ada batasan jarak antara pengguna dan troli untuk terus terhubung. Selama kode warna masih terlihat, maka troli akan tetap bergerak. Meski demikian, Bayu mengakui masih ada kelemahan dari troli otomatis ciptaannya. Pergerakan troli yang menggunakan kamera Pixy membuat adanya keterbatasan yaitu jika pencahayaan kurang dan kamera tidak bisa mengunci kode warna dengan jelas maka pergerakan troli akan terhambat.

“Masih harus ada pengembangan lagi, seperti penambahan beban yang bisa diangkat, saat ini hanya 40 kg,” papar Bayu.

Body troli otomatis ini terbuat dari triplek agar ringan. Bobot troli hanya 12 kg saja dengan motor DC yang bertorsi besar untuk menggerakkan troli. Namun dengan kecepatan tidak terlalu tinggi. Kesulitan utama terletak pada penyeimbangan motor, untuk membuat motor seimbang sehingga gerak troli juga imbang diakui Bayu cukup sulit.

Kendati demikian, ia dan rekannya membuat troli otomatis tersebut untuk membantu pengguna memindahkan barang tanpa mengangkat atau mendorong. Menurutnya dengan adanya troli ciptaannya dapat meringankan beban kerja.

“Saya harap akan ada pengembangan lagi, agar nantinya troli ini bisa dipasarkan semisal di supermarket atau mal,” pungkas Bayu. (vit)