Home > METRO BERITA > Tumbuhkan Minat Membatik, Siswa SMA 11 Semarang Nyanting Massal

Tumbuhkan Minat Membatik, Siswa SMA 11 Semarang Nyanting Massal

METROSEMARANG.COM – Ragam motif batik hingga saat ini terus bermunculan. Tak hanya dibuat oleh para perajin saja, siswa SMAN 11 Semarang pun tak mau kalah menciptakan motif batik bernilai jual tinggi.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Sudah tiga kali saya ikut nyanting massal di sini. Buat hari ini saya bikin motif Warak Ngendok biar ada ciri khas Semarangannya,” kata Riyan Pratama siswa Kelas XI SMAN 11 Semarang kepada metrosemarang.com, Jumat (16/12).

Riyan mengaku antusias ikut nyanting dalam acara tersebut. Apalagi, batik merupakan ekstrakulikuker yang telah diikutinya sejak lama.

Tiap hari ia menekuni pembuatan batik saat pulang sekokah. Kedua tangannya selalu telaten memoleskan cairan lilin cokelat pada lembaran-lembaran kain batik yang disiapkan oleh sekolahnya.

Untuk hari ini, ia mengajak puluhan temannya membatik untuk menyemarakkan acara di penghujung tahun 2016. Ia berharap batik semakin membumi ditengah masyarakat. Ia pun ingin mengangkat pamor batik khas Semarangan yang punya daya tarik pada pewarnaannya yang tajam.

Yolanda Feriyanti, siswi SMAN 11 lainnya juga mengaku menyukai batik sejak lama. Baginya, ada keunikan tersendiri tatkala menggambar motif batik bersama rekan-rekannya.

“Senang sih bisa ramai-ramai nyanting kan ini juga memeriahkan acara tahunan di sekolah,” jelasnya.

Sudjono, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang mengapresiasi acara membatik massal yang diadakan tahunan di sekolah tersebut.

Ini, menurutnya jadi karakter yang unik dan dapat dikembangkan lebih luas lagi sehingga saat siswa lulus nanti dapat terjun di dunia usaha.

“Dan tidak lagi menggantungkan sektor kerja formal,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Yuwana Kepsek SMAN 11 Semarang bangga dengan kreasi batik buatan siswanya karena telah dilirik pasar sejak lama. Pihak sekolah sendiri sejak dua tahun terakhir memakai seragam batik hasil karya siswanya.

“Ini saya kebetulan pakai seragam karya mereka,” katanya seraya menunjukkan baju batik biru.

Pihak sekolah juga telah menggandeng seorang instruktur batik di Semarang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat motif lebih banyak lagi.

Monica Supriharin, seorang instruktur batik bahkan telah memasarkan batik milik SMAN 11 hingga ke beberapa daerah. Ada beberapa batik yang dibanderol seharga Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta.

“Wali Kota Hendrar Prihadi pernah membeli batik karya siswa SMAN 11 sebulan lalu,” tukasnya. (far)