Home > Berita Pilihan > Tunggak Pajak Tahunan, Dua Tempat Karaoke di Kedungmundu Disegel

Tunggak Pajak Tahunan, Dua Tempat Karaoke di Kedungmundu Disegel

METROSEMARANG.COM – Operasional dua tempat karaoke di Kota Semarang ditutup paksa petugas karena menunggak pembayaran pajak daerah selama dua tahun. Tempat hiburan ini juga terancam ditutup total selamanya kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak mau membayar.

Petugas tim yustisi pajak daerah melakukan penyegelan tempat karaoke di daerah Kedungmundu yang menunggak pembayaran pajak, Selasa (22/11) malam. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Petugas tim yustisi pajak daerah melakukan penyegelan tempat karaoke di daerah Kedungmundu yang menunggak pembayaran pajak, Selasa (22/11) malam. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Operasi ini dilakukan tim yustisi pajak daerah gabungan dari Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD), Bagian Hukum, Satpol PP, dan Kepolisian pada Selasa (22/11) malam. Dari tiga lokasi yang disasar, satu tempat karaoke di daerah Lamper Kidul ternyata sudah tutup.

Di tempat karaoke yang menunggak pajak dua bulan ini tidak ada satu orangpun. Bahkan papan nama sudah tidak ada. Lokasi lainnya tempat karaoke Bebe Family di komplek Ruko Pandanaran Hill A6 Kedungmundu. Di tempat ini petugas langsung melakukan penyisiran tempat karaoke yang hanya ada 5 kamar dan penyegelan. Karena pengelola tidak sanggup melunasi pembayaran tunggakan pajak.

Petugas juga melakukan penyegelan tempat karaoke lainnya, JR Karaoke di Jalan Kedungmundu 26C dengan menempel stiker belum membayar pajak. Bahkan saat melakukan penyisiran petugas menemukan lima botol miras dari salah satu kamar  dan langsung disita karena tidak berizin. JR Karaoke juga diketahui izin gangguannya atau HO sudah habis sejak bulan September lalu.

Petugas yustisi pajak daerah menyita minuman keras di tempat karaoke yang menunggak pajak di daerah Kedungmundu. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Petugas yustisi pajak daerah menyita minuman keras di tempat karaoke yang menunggak pajak di daerah Kedungmundu. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pemilik JR Karaoke diketahui telah menunggak pajak selama 16 bulan. Sementara untuk pemilik Bebe Karaoke bahkan menunggak selama dua tahun sejak berdiri 2014 lalu. Namun saat dioperasi pemilik kedua tempat karaoke ini bersedia untuk membuat surat pernyataan segera melunasi pajaknya. Mereka hanya diberikan waktu 2×24 jam.

“Sebelum dilakukan kegiatan ini (penyegelan) kami telah menempuh langkah persuasif mengirim surat ke pemilik tempat karaoke untuk melunasi pajaknya. Tapi tidak dihiraukan,” kata Elly Asmara dari DPKAD Kota Semarang yang memimpin operasi yustisi pajak daerah.

Tempat karaoke ini dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Selama disegel dilarang beroperasi hingga tunggakan pajaknya sebesar 25 persen dari omset per bulan dibayar. “Kegiatan ini akan rutin dilakukan karena tercatat ada belasan tempat karaoke yang menunggak pajak,” kata Elly.

Pengelola Bebe Karaoke, Arif Irawan mengatakan, segera akan membayar tunggakan pajak. Namun berharap ada dispensasi waktu lebih dari Pemkot Semarang. (duh)

Tinggalkan Balasan