Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Udinus Gelar Pelatihan Wakaf Asset Management bersama Kemenag

Udinus Gelar Pelatihan Wakaf Asset Management bersama Kemenag

METROSEMARANG.COM – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ingin ikut berperan serta untuk mencegah semakin peliknya permasalahan wakaf. Bertempat di laboratorium komputer gedung D lantai 2 Udinus, Rabu (20/4) telah dilaksanakan Pelatihan Wakaf Asset Management bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Semarang.

Diharapkan, dengan penggunaan sistem informasi teknologi, pengelolaan tanah wakaf akan terkendali, dan dalam jangka panjang tidak ada lagi menguapnya tanah wakaf.

Pelatihan Wakaf Asset Management di Universitas Dian Nuswantoro. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pelatihan Wakaf Asset Management di Universitas Dian Nuswantoro. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Menurut data dari Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia pada 14 Maret 2014, jumlah data tanah wakaf di Indonesia sebanyak 435.395 lokasi. Namun hanya 66,2% yang telah bersertifikat. Aset tanah wakaf yang tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan banyak permasalahan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Udinus ini. Dengan adanya pelatihan Wakaf Asset Managemen ini, diharapkan pengelola tanah wakaf semakin akuntable dan valid dalam mengelola tanah wakaf yang tersebar di kota Semarang,” ungkap Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Semarang, Moch Habib.

Ditugaskan dalam pelatihan ini, 50 orang pegawai Kementerian Agama Kota Semarang yang terdiri dari 16 orang dari perwakilan KUA di tiap Kecamatan, 32 orang perwakilan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) / nadzir, serta 2 orang dari kantor Kemenag Penyelenggara Syariah Kota Semarang.

Para peserta pelatihan ini diajarkan cara mengidentifikasi tanah wakaf di Semarang dengan menggunakan sistem manajemen informasi yang telah dibangun oleh salah satu dosen Udinus, Amiq Fahmi.

“Sistem manajemen informasi mengenai Wakaf Asset Management ini dibuat setelah kami menerima hibah penelitian dari Kemristek Dikti. Setelah sistemnya jadi, maka inilah wujud pengabdian kami pada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Amiq.

Dia juga menambahkan bahwa manfaat yang besar akan didapatkan Kemenag Kota Semarang saat menggunakan sistem manajemen informasi ini, karena akan menentukan strategi dan pengelolaan asset kota. Pada rencana jangka panjang, nantinya aplikasi ini akan dikembangkan jika ada kesepakatan dengan Kemenag Kota Semarang yang akan difasilitasi oleh Udinus. (ade)