Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Udinus Hibahkan SMK Online untuk Polri

Udinus Hibahkan SMK Online untuk Polri

METROSEMARANG.COM – Guna meningkatkan pengawasan kinerja, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapat bantuan aplikasi berbasis online dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Asisten SDM polri, Irjen Pol Arief Sulistyo mengatakan aplikasi SMK (Sistem Manajemen Kerja) Online ini akan sangat membantu dalam merekap kinerja setiap anggota Polri. “Apalagi jumlah anggota Polri saat ini sekitar 430 ribu, tentunya ini juga akan sangat membantu reformasi internal Polri,” ujarnya¬†dalam acara ‘Serah Terima Hibah Sistem Manajemen Kinerja (SMK) Polri-Online Kerjasama Udinus-Polri’ di¬†Gedung E Udinus, Jumat (28/7).

Selain itu, SMK Online ini juga sebagai pengawasan terhadap kinerja polri yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan peningkatan jabatan maupun penghargaan terhadap personel tersebut.

“Semua yang tercatat berdasar kemampuan, sehingga prestasi yang objektif akan terus dicatat sehingga mengurangi aspek subyektifitas dalam penentuan jabat menjabat di kepolisian,” ujar Arief.

Untuk rekapan hasil kinerja nantinya juga bisa dilihat oleh setiap anggota Polri sendiri. Sehingga mereka juga bisa mengetahui bagaimana tingkat prestasi serta apa yang perlu dibenahi dalam kinerjanya.

Sementara untuk pengamanan cyber akan dilakukan oleh pihak kepolisian bekerjasama dengan pencipta aplikasi tersebut dari Udinus. “Kami juga mempunyai Direktorat Cyber Crime, kami mempunyai juga bagian sistem informasi personel yang mempunyai ahli-ahli untuk merawat dan mengambangkan aplikasi yang sudah dibangun, namun kami juga akan terus mengandeng Udinus,” tambah Arief.

Rencananya aplikasi ini akan diuji coba selama 3 bulan mulai 15 Agustus mendatang. Setelah itu akan dilakukan evaluasi dan pembenahan agar nantinya siap untuk diluncurkan.

Sementara Rektor Udinus, Edi Noersasongko berharap dengan diciptakannya aplikasi ini bisa mempermudah Polri dalam mengatur serta merekap hasil kerja setiap anggota. “Karena kita melihat bahwa Polri itu kan mempunyai anggota tadi sampai 400 ribu lebih yang tersebar di seluruh Indonesia tentu meng handle itu sangat sulit dan sangat berat kapan dia itu naik jabatan, kapan dia harus mutasi, kapan dia harus mendapat penghargaan,” tukas Edi. (fen)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link