Home > METRO BERITA > METRO JATENG > UMK 2017 Digedok, Magelang dan Batang Gagal Penuhi KHL 100 Persen

UMK 2017 Digedok, Magelang dan Batang Gagal Penuhi KHL 100 Persen

METROSEMARANG.COM – Kabupaten Magelang dan Batang gagal memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) sampai 100 persen menyusul adanya penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berlaku di dua daerah tersebut mulai 2017 mendatang.

Gubernur Ganjar Pranowo jalan kaki bersama buruh di Kabupaten Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Ganjar Pranowo jalan kaki bersama buruh di Kabupaten Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok

Atas temuan tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta kepada para buruh dan dewan pengupahan kabupaten setempat untuk berembug terkait besaran KHL agar dapat dituntaskan dalam dua tahapan selama dua tahun ke depan.

“Penetapan KHL di Magelang dan Batang tidak bisa mencapai 100 persen sehingga pemda setempat harus mengkajinya selama dua tahapan. Ini dilakukan demi mendorong mereka mampu memberikan KHL sampai 100 persen,” kata Ganjar, Senin (22/11).

Ia mengaku akan menindak tegas para pengusaha yang kedapatan tidak mau membayar upah buruhnya sesuai patokan UMK kabupaten/kota 2017. Makanya, ia menyarankan kepada pengusaha padat karya dan sejenisnya jika dirasa tak mampu membayar upah sesuai UMK, lebih baik meminta penangguhan.

“Saya beri waktu 10 hari buat mengajukan penangguhan atau selambatnya awal Desember, karena jika melanggar mereka bisa dipenjara empat tahun atau denda Rp 400 juta,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, ia pun meminta kepada kaum buruh agar berani melaporkan pelanggaran pemberian upah kepada petugas Disnakertransduk Jateng atau kantor-kantor Disnaker setingkat kabupaten dan kota. “Sebab pelanggaran pemberian upah merupakan kejahatan kemanusiaan,” kata Ganjar. (far)