Home > METRO BERITA > UMK Semarang Melejit, Pengusaha Ancang-ancang PHK Karyawan

UMK Semarang Melejit, Pengusaha Ancang-ancang PHK Karyawan

METROSEMARANG.COM – UMK Semarang tahun 2017 yang diusulkan naik 10 persen menjadi Rp 2,1 juta dari semula Rp 1,9 juta, langsung memantik reaksi keras dari kalangan pengusaha setempat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi, bahkan menyebut banyak pengusaha Semarang kini tengah berancang-ancang memangkas tenaga kerjanya.

Frans Kongi Foto: metrosemarang.com/dok
Frans Kongi
Foto: metrosemarang.com/dok

“Pasti pelaku usaha akan mengurangi karyawannya. Mulai pabrik jamu dan plastik. Tapi saya tidak monitor seberapa banyak pemangkasannya. Di Semarang, kenaikan upahnya sudah terlampau tinggi sekali,” ungkap Frans kepada metrosemarang.com, Rabu (19/10).

Ia yang saat ini sedang membahas kenaikan UMK Semarang 2017 bersama para pengusaha di Hotel Grasia itu juga mengatakan bahwa, kondisinya saat ini serba berat.

Di satu sisi, ia menyoroti tren perekonomiam nasional yang masih lesu. Tapi di sisi lain, pemerintah belum mampu menegakan Permen 78 Tahun 2015 yang mengatur stabilitas kenaikan UMR tiap tahun.

“Apalagi pemerintah tak kunjung menegakan Permen 78 Tahun 2015 tentang kepastian kenaikan upah minimum regional. Sudah tahun kemarin kenaikannya sangat tinggi. Ditambah tahun ini pula. Habislah kita,” keluh Frans lagi.

“Konsekuensi yang harus kita tanggung mau enggak mau harus bayar upah lebih banyak kepada para pekerja. Padahal, rata-rata ekonomi kita ini masih belum menguntungkan, bahkan laju ekonomi dunia semakin melambat,” sambungnya.

Pelemahan perekonomian dunia, lanjutnya bisa dilihat dari perilaku negara-negara mitra dagang Indonesia seperti Cina dan negara barat lainnya yang cenderung menahan pembelian barang dari pabrikan Indonesia. “Soalnya mitra dagang kita di Cina kena lesu jadi pasarnya macet,” ujarnya.

Ia pun berharap meski nilai tukar dollar sudah membaik, namun ekonomi nasional dapat pulih dalam jangka waktu pendek. Yang pasti ia mengimbau kepada semua pengusaha agar tetap tenang sembari bekerja sesuai aturan yang berlaku saat ini. (far)