Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ungguli Pesaingnya, Tazkiyyatul Nahkodai Fatayat NU Jateng

Ungguli Pesaingnya, Tazkiyyatul Nahkodai Fatayat NU Jateng

METROSEMARANG.COM – Tazkiyyatul Muthmainnah akhirnya mengambil alih tampuk kepemimpinan Fatayat NU Jawa Tengah, setelah menang telak atas pesaingnya, Evi Nurmilasari dalam konferensi wilayah yang digelar di Wisma Perdamaian (Wisper) Jalan Imam Bonjol Semarang, Minggu pagi (6/11).

Konferensi Wilayah Fatayat NU Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Konferensi Wilayah Fatayat NU Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Dalam konferensi Fatayat NU Jateng, Tazkiyyatul yang notabene berasal dari kalangan wanita muda unggul dengan perolehan 35 suara dari total partisipasi 37 suara. Sedangkan pesaingnya, Evi Nurmilasari hanya meraup 2 suara.

Ketua Panitia Konferensi Wilayah Fatayat NU Jateng, Tri Kusumawati mengatakan, Tazkiyyatul memimpin ormas sayap kanan NU itu selama lima tahun ke depan mulai 2016-2021 mendatang menggantikan Khizanaturrahmah, ketua periode 2011-2016.

“Kegiatan yang berlangsung dimulai laporan pertanggungjawaban periode 2011-2016 Khizanaturrahmah lalu dilanjutkan pandangan umum oleh cabang tiap karisidenan, setelah itu sidang komisi organisasi, program kerja dan rekomendasi dan di lanjutkn sdang pleno komisi,” katanya kepada¬†metrosemarang.com.

Kemudian, menurutnya acara dilanjutkan lagi dengan sidang pemilihan dan ecara aklamasi Tazkiyyatul Muthmainnah terpilih jadi Ketua Fatayat Jateng dengan perolehan 35 suara dari 37 suara yang ada, dan 2 suara didapatkan oleh Evi Nurmilasari.

“Sehingga diputuskan pada sidang pemilihan Tazkiyyatul Muthmainnah, jadi Ketua PW Fatayat NU Jateng,” ungkapnya lagi.

Usai terpilih, Ketua Fatayat NU Jateng periode 2016-2021, Tazkiyyatul Muthmainnah berjanji akan meneruskan program-program yang sudah berjalan selama ini, terutama menekan peredaran HIV/AIDS.

“Sama seperti ketua periode sebelumnya, saya melanjutkan kegiatan pemberantasan HIV/AIDS. Apalagi, kita lihat peredaran virus ini sangat berbahaya dan sudah menjangkit anak muda di beberapa daerah,” terang wanita yang pernah mengurusi kaderisasi Fatatyat ini.

Selain itu, ia akan menggencarkan program lainnnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan perempuan.

Ia pun mengaku mampu bertengger di pucuk pimpinan Fatayat lantaran organisasi ini dianggap punya pengaruh besar dalam mewujudkan keadilan bagi para perempuan dan anak di Indonesia bahkan di Asia. (far)