Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Singapore Kerjasama Dengan Unika Kembangkan Jamu

Singapore Kerjasama Dengan Unika Kembangkan Jamu

unika semarang
SEMARANG – Delapan mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) mempelajari teknologi pangan Indonesia di Universitas Katolik (Unika)Soegijapranata Semarang. Salah satunya adalah mempelajari teknik pembuatan jamu. Mereka ke Unika bersama dua orang mahasiswa pertukaran pelajar dari Toronto dan seorang mahasiswa dari Malaysia.
Mereka tergabung dalam kegiatan “NUS FassTrack Asia Summer School 2014”, dengan dosen pendamping Profesor Liu Shao Quan. Kegiatan itu dilaksanakan melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Selain Unika, perguruan tinggi lain yang dikunjungi mahasiswa NUS adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Unika sendiri mendapat jatah kunjungan tanggal 11 hingga 14 Juli 2014 lalu. “Mereka memperkaya pengtahuan serta memperdalam emahaman dalam bidang pangan. Kebetulan kami memiliki Fakultas Teknologi Pertanian,” kata Rektor Unika, Profesor Budi Widianarko.
Selain menjajal teknik pembuatan jamu, mahasiswa NUS juga menambangi pabrik jamu dan perkebunan. Diantaranya pabrik jamu Sido Muncul, Taman Djamoe Indonesia, Hortimart Agro Centre serta wisata budaya ke Candi Borobudur. “Praktik pembuatan jamu ini merupakan hal baru bagi mereka. Mereka sangat aktif dalam setiap kegiatan dan diskusi,” lanjut Profesor Budi yang juga memberikan materi kepada mahasiswa NUS. Di kelas Profesor Budi, mahasiswa NUS belajar materi sertifikasi produk sayur dan buah terutama di Propinsi Jawa Tengah.
Saat ini, kecepatan pertumbuhan Asia tengah menjadi sorotan dunia. Berbagai penelitian ilmiah tumbuh pesat di Asia. Profesor Liu menyatakan, hal itulah yang menjadi alasan NUS menyelenggarakan kegiatan <I>summer school<P> dengan kelas dan kunjungan lapangan. Dua hal itu diharapkan saling melengkapi satu sama lain sehingga dapat mejadi pengalaman musim panas secara menyeluruh.
Indonesia dianggap sebagai salah satu negara Asia yang kaya akan sumber daya alam. Selain itu dianggap memiliki keragaman pengembangan industri pangan. Karenanya, Indonesia dinilai sebagai tempat yang sangat potensial untuk menggali ilmu lebih dalam dan memperhatikan isu-isu seputar pangan.
NUS berharap mahasiswanya mendapat pengetahuan baru dalam bidang ilmu teknologi pangan. Serta mengetahui bagaimana menjadi ilmuwan pangan di masa depan serta mendapatkan pengalaman menarik dalam budaya Indonesia

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link