Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Usut Kecelakaan BRT, Polisi Tunggu Kesehatan Sopir Pulih

Usut Kecelakaan BRT, Polisi Tunggu Kesehatan Sopir Pulih

METROSEMARANG.COM – Tony Sunarwanto, kini telah menjalani operasi patah kaki usai Bus Rapid Trans (BRT) yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di simpang tiga Kagok Papandayan Semarang, Minggu (17/7) kemarin.

Proses evakuasi BRT naas di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Proses evakuasi BRT naas di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kanit Lakalantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan, penyelidikan masih menunggu kesehatan sopir BRT tersebut pulih.

“Itu (operasi) jadi urusannya pihak rumah sakit. Kita tunggu saja sampai dia pulih. Karena sekarang kondisinya tidak memungkinkan buat dimintai keterangan lebih mendalam,” kata Sugito saat dikontak metrosemarang.com, Senin sore (18/7).

Tony merupakan sopir bus yang berasal dari Kampung Sikluwong Asri Tandang Tembalang. Polisi, ujar Sugito, sementara ini baru menduga yang bersangkutan hilang kendali hingga membuat BRT terguling di simpang tiga Kagok.

Soal indikasi penetapan tersangka pada sopir tersebut, ia menegaskan belum bisa dilakukan sekarang. Petugasnya masih mempertajam penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi ahli yang dihadirkan nanti.

“Kita sudah surati Dishub untuk menghadirkan saksi ahlinya,” ungkapnya lagi.

Berkaitan dengan pemberian santunan pada korban kecelakaan BRT, ia menyatakan masing-masing korban pasti mendapat santunan bervariatif.

“Pasti dapat. Karena itu tanggungan Dishub sebagai penyelenggara transportasi umum berbiaya murah di Semarang,” bebernya.

Menurutnya saat ini dari 24 korban kecelakaan BRT, 18 orang diperbolehkan menjalani rawat jalan dan sisanya masih dirawat intensif di UGD RS Elizabeth. (far)