Home > METRO BERITA > Usut Pungli Alat Sensor, Pegawai Peti Kemas Diperiksa Polisi

Usut Pungli Alat Sensor, Pegawai Peti Kemas Diperiksa Polisi

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pegawai Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes setempat untuk mengusut tuntas kasus pungutan liar (pungli) dalam pembelian alat sensor Radio Frequency Identification (RFID) yang terpasang di tiap truk.

Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat di TPKS Tanjung Emas Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Informasi yang dihimpun menyebutkan polisi memeriksa tiga pegawai TPKS, tiga pengusaha truk serta empat perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

“Hingga kini ada sepuluh saksi yang sudah kami periksa,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Selasa (3/1).

Wiyono menerangkan bila kasus itu bermula saat para pengusaha curiga saat ditariki uang pengadaan alat RFID. Pasalnya pengadaan alat tersebut ternyata belakangan diketahui tak dipungut biaya sama sekali.

Pengusaha telanjur sudah menyetorkan uangnya Rp 250 ribu dengan rincian Rp 100 ribu untuk biaya iuran pengadaan barang dan Rp 150 ribu untuk uang pembinaan para sopir ke rekening BCA atasnama tersangka, melapor ke pihaknya.

RFID merupakan alat sensor yang berfungai membuka pintu portal gerbang pelabuhan secara otomatis saat truk hendak masuk pelabuhan.

Lebih jauh, ia mengatakan para saksi diperiksa untuk dimintai keterangan untuk pengembangan penyelidikan lebih mendalam. “Kasusnya masih berlanjut,” ujarnya.

Soal uang yang diklaim pelaku sudah dikembalikan kepada pengusaha truk, ia menegaskan belum mengecek lebih jauh.

“Rekening yang digunakan belum kami cek. Kami masih fokus ke pemeriksaan saksi dan juga tersangka. Setelah ini baru akan berlanjut ke pengecekan rekening,” ungkap Wiyono. (far)