Home > METRO BERITA > Wacana Jalan Searah Gagal Diwujudkan Tahun Ini

Wacana Jalan Searah Gagal Diwujudkan Tahun Ini

image
Jalan Pandanaran termasuk salah satu yang diwacanakan dibuat searah. Foto Metrosemarng

SEMARANG – Rencana penerapan jalan satu arah oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang dinilai hanya wacana. Hingga sekarang jalan satu arah tersebut belum dilakukan. Bahkan nampaknya gagal terwujud hingga akhir tahun ini.

Pakar transportasi umum dari Unika Soegijopranoto Semarang, Joko Setijowarno mengatakan, melihat kondisi beberapa ruas jalan pusat kota, sebenarnya perlu segera diwujudkan jalan searah. Terlebih dengan langkanya lahan atau gedung parkir di pusat kota menyebabkan ruang jalan jadi lahan parkir.

Jalan-jalan protokol di pusat kota tersebut yang rencana akan dibuat searah di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Piere Tendean, Jalan Pandanaran, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Gajahmada. Jalan-jalan tersebut dinilai sudah terlalu padat kendaraan bahkan sering macet pada jam tertentu. Pemberlakuan jalur satu arah dapat mengurai kemacetan di tengah kota itu.

Jika jalan searah diberlakukan, pemerintah kota dapat kerjasama dengan pihak swasta untuk menggunakan lahan kosong sebelah timur gedung Lawangsewu sebagai tempat parkir. ‘’Itu dapat alihkan pemakai parkir liar di Jalan Pemuda dan pengunjung Lawangsewu ke lahan tersebut,’’ kata Joko Setijowarno.

Sementara ruas-ruas jalan yang akan dibuat searah dapat segera disosialisasikan. Ada untung rugi membuat jalan satu arah, namun demi kelancaran lalu lintas harus dilakukan. Di jalan tertentu dapat dioperasionalkan arus berlawanan (contra flow) untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, untuk menarik warga lebih banyak gunakan transportasi publik.

Sistem jalan satu arah akan meningkatkan kapasitas pada jaringan jalan. Tetapi tidak semua pola jaringan jalan dapat dijadikan satu arah. Pola yang baik adalah grid karena lebih mudah pengaturannya. Ujung dari suatu jalan satu arah perlu diperhatikan secara khusus.

‘’Sistem satu arah dapat dilakukan secara waktu terbatas maupun sepanjang hari. Berdasarkan hasil penelitian, jalan sistem satu arah minimal mampu menampung 50% arus lalu lintas. Bila dibandingkan jalan tersebut dioperasikan untuk lalu lintas dua arah,’’ tegasnya. (MS-13)