Home > METRO BERITA > Wali Kota Semarang Beri Dana Tali Asih Korban Longsor Lempongsari

Wali Kota Semarang Beri Dana Tali Asih Korban Longsor Lempongsari

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau dua titik longsor di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (16/11) pagi. Ada dua rumah warga rusak dalam bencana yang terjadi pada Selasa (15/11) kemarin itu.

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Rabu (16/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau lokasi longsor di Lempongsari, Rabu (16/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam tinjauannya, wali kota yang biasa disapa Hendi memberikan bantuan dana tali asih. Masing-masing kepada keluarga Dian Sunaringtyas RT 3 dan Suratman RT 2 yang rumahnya rusak. Kedua korban menderita kerugian materi puluhan juta rupiah.

Hendi mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah membuat surat edaran kepada camat, lurah, RW, RT dan tokoh masyarakat. Supaya masyarakat lebih waspada menghadapi musim hujan ini terutama saat terjadi hujan deras.

”Seperti wilayah Lempongsari ini termasuk rawan longsor, masyarakatnya harus waspada. Kalau terjadi hujan deras sebaiknya mengungsi dulu ke rumah tetangga atau sudara yang lebih aman,” katanya.

Saat hujan deras Selasa (15/11) kemarin diakui ada beberapa laporan tanah longsor. Tapi beruntung tidak ada korban luka ataupun jiwa. Hanya ada dua rumah di Lempongsari ini yang terkena langsung dampak akibat dari tanah longsor.

Pihaknya sudah memerintah BPBD dan dinas terkait serta camat dan lurah untuk melakukan kerja bakti bersama masyarakat. Selain itu pemkot juga akan membantu untuk memperbaiki dua rumah yang rusak terkena longsor tersebut.

Dari pantauan di lapangan, lokasi tanah longsor sudah ditutupi dengan terpal dan diberi garis pembatas. Tapi korban masih tetap menempati rumahnya karena tidak punya tempat tinggal lainnya.

Dian Sunaringtyas, salah satu korban mengatakan, hanya bagian kamar mandi rumahnya yang hancur. Karena itu nekat tetap menempati rumahnya. ”Harapan saya secepatnya dapat bantuan pemerintah memperbaiki rumah,” katanya, yang saat kejadian mengaku sedang berada di tempat kerjanya.

Sementara Suratman mengatakan, saat kejadian bersama istrinya sedang berada di kamar. Tiba-tiba terdengar sura bruk dan dilihat ada batu besar panjang sekitar 3 meter dan diameter 1,5 meter yang menghancurkan bagian belakang rumahnya.

Dia langsung lari dan bahkan sempat tersandung batu besar tersebut. Dia juga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya. (duh)