Home > METRO BERITA > Wali Kota Sesalkan Kenaikan Tarif Angkutan

Wali Kota Sesalkan Kenaikan Tarif Angkutan

Wali Kota Hendrar Prihadi saat peluncuran BRT Koridor III, beberapa waktu lalu. Foto Metrosemarang
Wali Kota Hendrar Prihadi saat peluncuran BRT Koridor III, beberapa waktu lalu. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi blusukan naik angkutan umum jurusan Johar – Penggaron pada Selasa (18/11) sore. Kegiatan inspeksi mendadak itu untuk memantau tarif angkutan umum paskakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Diketahui rata-rata angkutan umum telah menaikan tarif penumpangnya sekitar 25%.

Menurut wali kota usai naik angkot, angkutan umum dalam kota di Kota Semarang telah menaikkan tarif penumpangnya Rp 1.000. Dari tarif sebelumnya sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 4.000. Harusnya hal ini tidak dilakukan oleh awak angkutan karena belum ada ketentuannya.

‘’Sudah menaikkan Rp 1.000. Harusnya tidak boleh karena belum ada ketentuan. Tapi kami memahami karena tadi malam (Senin, red) sudah ada kenaikan harga BBM,’’ katanya.

Pihaknya akan melihat regulasi yang ada terkait aturan menaikan tarif angkutan umum. Oleh karena itu, sudah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk melakukan rapat koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang pada hari ini.

Pemkot ingin mencari formulasi yang tepat untuk tarif angkutan umum. Pasalnya, Organda sendiri sudah menyampaikan akan melakukan penyesuaian tarif penumpang. Diharapkan jika pun ada kenaikan, akan muncul angka yang tepat.

‘’Besok (hari ini, red) Organda akan memutuskan, sekaligus besok akan kami umumkan (hasil koordinasi),’’ tegas wali kota yang biasa disapa Hendi.

Yuli (34) salah seorang supir angkutan umum jurusan Johar – Penggaron, mengakui, dirinya memang telah menaikkan tarif penumpang, meski belum ada keputusan resmi dari Organda. Sebab, bahan bakar operasional angkutan hari itu, sudah naik saat membelinya di pagi hari.

‘’Tapi kami menaikannya juga tidak tinggi-tinggi, ya kira-kira masih wajar lah, kalau terlalu tinggi penumpang juga jadi sepi, apalagi semakin banyak kendaraan pribadi,’’ tuturnya. (MS-13)