Home > METRO BERITA > Walikota Tetapkan Usulan UMK Rp 1.685.000

Walikota Tetapkan Usulan UMK Rp 1.685.000

image

SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memutuskan memilih usulan dari Dewan Pengupahan terkait Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2015 sebesar Rp 1.663.917. Walikota menambah nilai tersebut sebesar Rp 21.083 menjadi Rp 1.685.000. Angka itulah yang akan diusulkan wali kota ke Gubernur Jawa Tengah untuk ditetapkan sebagai nilai UMK Kota Semarang tahun 2015.

Perbedaan pendapat sebelumnya terjadi di Dewan Pengupahan Kota. Dari unsur buruh mengusulkan angka UMK sebesar Rp 1.890.414. Sedangkan dari unsur pengusaha juga mengusulkan Rp 1.485.000. Pemerintah atas nama Dewan Pengupahan juga mengajukan angka UMK 2015 sebesar Rp 1.663.917.

Ketua Dewan Pengupahan sementara Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, walikota telah menetapkan angka usulan UMK yang akan diajukan ke Dewan Pengupahan Provinsi melalui Gubernur Jawa Tengah. Angka usulan tersebut sesuai dengan yang diajukan oleh Dewan Pengupahan Kota. Walikota menambahkan jumlah dari yang diajukan Dewan Pengupahan tersebut sebesar Rp 21.083.

‘’Walikota telah menenetapkan mengusulkan angka UMK sesuai dengan usulan kami, tapi walikota menambahkan Rp 20.083. Sesuai dengan prosedur yang berlaku, yang berhak mengajukan usulan UMK memang hanya Dewan Pengupahan,’’ kata Gunawan Saptogiri pada Senin (29/09/2014)

Dengan penetapan wali kota, katanya, maka perbedaan pendapat buruh dan pengusaha tentang angka usulan UMK menjadi selesai. Sudah tidak ada lagi masalah karena wali kota sudah memutuskan satu angka. Kecuali wali kota menetapkan dan mengusulkan ke gubernur baik usulan UMK dari buruh, pengusaha, maupun Dewan Pengupahan.

Menurut Gunawan, wali kotaakan menyerahkan pengajuan usulan UMK 2015 ke gubernur rencana pada hari ini. Sesuai dengan ketentuan batas akhir penyerahan usulan UMK adalah pada tanggal 30 September. Gubernur nantinya bisa mengurangi atau menambah usulan tersebut sesuai dengan pertimbangannya. (MS-13)