Wanita Ini Raup Puluhan Juta dari Bisnis Miras Palsu

Tersangka pemalsu minuman keras beserta barang bukti kejahatan. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Tersangka pemalsu minuman keras beserta barang bukti kejahatan. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Petugas Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jateng berhasil membongkar praktik pemalsuan minuman keras berbagai merek impor yang biasa beredar di tempat hiburan malam di Magelang.

Dalam penggerebekan yang dilakukan awal Februari lalu di sebuah rumah di Jalan Merbabu No 83, Pulisen RT 4 RW 6 Boyolali tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras palsu siap edar berbagai merek dari seorang wanita berinisial TW (48).

“Penangkapan dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat tentang adanya praktik pembuatan miras palsu,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo, Senin (9/2).

Menurut Djoko, praktik pemalsuan minuman keras itu sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir dengan omzet puluhan juta. Modus yang digunakan pelaku yakni mengumpulkan botol-botol bekas minuman keras asli dan mengisinya dengan miras oplosan racikan pelaku. Ia mendapat botol-botol bekas tersebut seharga Rp 10-20 ribu.

“Dia meraciknya sendiri, bahan dasarnya alkohol 85 persen. Setelah ditempel label palsu, minuman tersebut dijual seharga Rp 100-200 ribu,” imbuhnya seraya menunjukkan botol berisi miras palsu.

Bersama pelaku, petugas mengamankan 85 botol berbagai merek berisi miras palsu, 7 kardus botol minuman kosong, 5 jerigen alkohol, 2 jerigen air bercampur alkohol, 1 karung tutup botol, 1 plastik label minuman, 1 buah almunium siku, hair dryer dan sebuah corong plastik.

Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni, pasal 62 ayat 1 UU no 8 tahun 199 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar, pasal 142 jo pasal 91 ayat 1 UU RI no 18 tahun 2012 dan denda Rp  4 miliar, serta pasal 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (yas)