Warga Gempar, Bom Diledakkan di Dekat Ponpes Tegalrejo

METROSEMARANG.COM – Warga Tegalrejo Kabupaten Magelang digegerkan dengan temuan benda mencurigakan yang diduga bom, di depan Apotik Perintis Farma, di jalan Pahlawan atau jalan raya Magelang-Kopeng, Selasa (27/12). Benda itu ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi Ponpes API Tegalrejo asuhan KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Foto: metrojateng.com

Benda itu kali pertama ditemukan oleh Afif Rohman (35) penjual sate di sekitar lokasi penemuan. Kepada metrojateng.com, Afif warga Dusun Cecelan Desa Soroyudan Kecamatan Tegalrejo mengatakan, dirinya datang ke lokasi pada pukul 04.30 wib untuk mulai berjualan sate.

Sampai di lokasi, ia melihat ada tas berwarna coklat muda. Tas itu tergeletak di bawah gerobak batagor milik Supriadi (25) warga dukuh Magersari Brengkol Kecamatan Pituruh Purworejo. Saat itu dia tak memedulikannya.

Afif kemudian melanjutkan akivitas membuat sate dan langsung disetorkan ke warung-warung langganan. Saat kembali, dia masih melihat tas tersebut
di tempat yang sama.

Karena curiga, ia kemudian memindahkan tas tersebut ke depan apotik tidak jauh dari lokasi ditemukan. Afif juga sempat membuka tas dan mendapati pralon yang dilakban, lipatan kertas HVS dan sebagainya.

“Saya langsung ingat kalau itu bom akrena akhir-akhir ini sedang marak. Saya kemudian bilang ke Muntolib, petugas kebersihan yang sudah ada di sana,” katanya.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke RT setempat dan diteruskan ke Polsek Tegalrejo. “Betul kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung ke TKP,” ujar Wakapolres Magelang, Kompol Heru Budiharjo di lokasi penemuan.

Tim menemukan tas perempuan warna coklat muda berisi sebuah benda yang sudah terangkai, terdiri dari kabel, obat mercon yang sudah terangkai dan dililit lakban warna coklat. Ditemukan juga dua lembar kertas yang bergambar denah dan bertuliskan Arab.

Atas temuan itu, imbuh Heru, pihaknya memutuskan untuk minta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jateng. Sekitar pukul 12.30 Wib, Tim  Jibom yang sudah berada di lokasi melakukan disposal atau peledakan bom rakitan di depan Apotik Perintis Farma.

Menurut Heru, disposal dilakukan di tempat dengan alasan keamanan. Peledakan dilakukan satu kali dengan suara cukup keras terdengar mencapai sekitar 50 meter. Warga yang sejak pagi berkerumun menonton diminta polisi untuk menjauh sekitar 150 meter dari lokasi ledakan.

Usai diledakkan, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Magelang mengumpulkan material yang berasal dari bom rakitan tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Heru mengungkapkan bom rakitan itu terdiri dari empat rangkaian berupa bahan peledak (serbuk hitam), sejumlah kabel, peralon plastik, sejumlah paku besi, switcher, yang kemudian dibungkus rapat menggunakan lakban cokelat. “Kami belum menemukan detonatornya, kami terus menyelidiki,” imbuh Heru.

Usai diledakkan, kondisi wilayah Tegalrejo berangsur-angsur normal. Arus lalin yang semula dialihkan dibuka kembali, dan toko-toko di sekitar yang semula tutup, sudah buka kembali. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.