Warga Keluhkan Mandeknya Proyek Tol Semarang-Batang

Ilustrasi Foto Metrosemarang
Ilustrasi
Foto Metrosemarang

SEMARANG – Rencana pembangunan tol Semarang – Batang yang digulirkan sejak tahun 2008 hingga kini tidak jelas kelanjutannya. Izin lokasi penetapan lahan proyek juga telah habis. Warga yang terkena dampak merasa resah, karena ‘tersandera’ dengan proyek yang tidak pasti ini. Warga berharap Pemkot Semarang segera memberikan penjelasan proyek tersebut dilanjutkan atau tidak.

Peta lokasi yang akan dijadikan jalan tol juga telah ada. Warga yang terdampak tanah dan bangunannya telah dilakukan pengukuran dan pendataan. Namun warga kini hanya menunggu realisasi tol ini entah sampai kapan. Sebab pertemuan membahas pembebasan lahan terakhir dilakukan pada tahun 2011 lalu. Pemkot diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait proyek nasional tersebut.

‘’Jika memang akan dilanjutkan, maka kami meminta segera ada pertemuan lanjutan guna membahas nilai ganti rugi. Jika tidak, maka sebaiknya segera ada informasi ke warga,’’ kata Busono (39)  salah satu warga terdampak di RW 4 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.

Noviarto (45)  warga terdampak lainnya di RW 4 Purwoyoso, juga menyampaikan hal yang senada. Ketidakjelasan kelanjutan proyek tol membuatnya merasa ‘tersandera’ karena tidak dapat membangun atau merehab rumah. Jika mau melakukan perbaikan dirinya khawatir nanti rumah dibongkar karena ada kegiatan pembangunan tol. Namun jika tidak kondisi rumah mendesak untuk diperbaiki.

Dari peta bidang yang sudah pernah dibahas, di Kelurahan Purwoyoso ini setidaknya ada 800an bidang tanah dan bangunan yang terdampak pembangunan tol tersebut.

Dalam perencanaan, pembangunan jalan tol Batang-Semarang akan melalui 9 kelurahan di 2 kecamatan yakni Ngaliyan dan Semarang Barat. Sembilan kelurahan itu adalah Purwoyoso, Ngaliyan, Tambakaji,  Wonosari, Beringin, Podorejo, Gondoriyo, Kembangarum dan Kalipancur.

Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Batang-Semarang sebelumnya mengakui, belum bisa melangkah lebih lanjut karena adanya ROW (Right of Way) Plan terbaru yang diterbitkan oleh Dirjen Bina Marga Kementrian PU terkait Jalan Tol Trans Jawa. Dalam ROW terbaru itu, luasan lahan jalan tol Batang-Semarang yang akan dibebaskan berkurang sekitar 63 hektare. Sedangkan di Kota Semarang, luasan lahan yang berkurang akibat adanya ROW terbaru tahun 2011 sekitar 7 hektare. (MS-13)

Post Author: Tri Wuryono