Home > METRO BERITA > Warga Sebut Banjir di Karangroto Terparah dalam 20 Tahun

Warga Sebut Banjir di Karangroto Terparah dalam 20 Tahun

METROSEMARANG.COM – Kawasan Karangroto di Kecamatan Genuk dihantam banjir bandang pada Rabu (15/2) malam akibat jebolnya tanggul Sungai Kudu. Banjir tersebut merupakan yang terparah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Banjir masih menggenangi permukiman di Karangoto Genuk, Kamis (16/2). Foto: metrosemarang.com/isnin yusuf

Tanggul yang berada di belakang MTS Hidayatus Syuban itu mulai jebol sekitar pukul 19.00 lantaran tak mampu menampung debit air yang terus bertambah.

“Tanggul jebol mulai jam 7 malam, bertepatan dengan banjir di Banjir Kanal Timur. Air beserta lumpur langsung masuk ke rumah saya,” tutur Katmi (50) warga Karangroto Blok A kepada metrosemarang.com, Kamis (16/2).

Menurut Katmi, ketinggian banjir semalam mencapai satu meter. “Ada empat RW yang terendam air dan lumpur dari Sungai Kudu. Ini Baru pertama kali selama 20 tahun saya tinggal di sini. Biasanya cuma banjir karena saluran air tersumbat,” imbuhnya.

Tanggul Sungai Kudu jebol yang mengakibatkan banjir di Karangoto. Foto: metrosemarang.com/ade kristandi

Jebolnya tanggul juga membuat lahan pertanian milik warga tergenang banjir. “Sementara ini tanggul yang jebol di Sungai Kudu ini hanya ditambal menggunakan karung dan bambu,” kata Nasoka, Ketua RW 2 Karangroto.

Perbaikan tanggul dilakukan aparat TNI bersama warga dan relawan. Sementara, warga juga sibuk membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir semalam. (MG04)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link