Warga Tambakrejo Tolak Proyek Normalisasi BKT

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Kampung Tambakrejo RT 05/RW XVI, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara menentang keras proyek pembersihan sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang dilakukan BBWS Pemali Juwana.

Spanduk penolakan normalisasi BKT. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Aksi warga ditandai dengan pemasangan berbagai spanduk penolakan atas proyek tersebut yang akan menyasar rumah-rumah mereka.

“Pihak kelurahan sudah menyosialisasikan normalisasi BKT kepada warga sejak Januari kemarin, tetapi karena alasan nyaman menempati kampungnya, akhirnya sebagian warga kami memilih menolak rencana penggusuran untuk proyek BKT,” ungkap Edi Saktiono, Ketua RT 05/RW XVI, Jumat (23/2).

Ia mengaku semula terdapat 150 kepala keluarga yang menolak penggusuran. Warganya menentang pemindahan ke Rusunawa Kudu, Genuk. Alasannya selain jauh dari sumber mata pencaharian sebagai nelayan, warga juga nyaman tinggal di Tambakrejo.

Ada pula yang minta ganti rugi Rp 80 juta, rumah dan lahan, serta macam-macam. “Padahal, pemerintah sudah baik memberi ganti rugi berupa tinggal di rusunawa dengan tidak dipungut biaya selama satu tahun,” katanya.

Secara terpisah Lurah Tanjung Mas, Margo Haryadi, tetap tak bergeming dengan penolakan yang dilakukan warga.

Ia menegaskan tetap akan menggusur rumah warga di RT 05 Tambakrejo sesuai rencana awal pada 5 Maret nanti. Untuk pengosongan rumah warga sudah harus dilakukan 28 Februari.

Margo tidak peduli jika ada warga yang menentang. Ia mengklaim dari data awal, sudah ada 73 kepala keluarga dari total 150 KK yang tinggal di lokasi tersebut yang sudah menyatakan setuju untuk direlokasi. “Sisanya belum setuju,” ujar Margo. (far)

You might also like

Comments are closed.