Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Yoyok Sukawi: No Ticket No Champion!

Yoyok Sukawi: No Ticket No Champion!

Dukungan suporter di stadion sangat diharapkan untuk mendongkrak moral PSIS dan menghidupi tim. Foto Metrosemarang/MS-01
Dukungan suporter di stadion sangat diharapkan untuk mendongkrak moral PSIS dan menghidupi tim. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – CEO PT Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi berjanji bakal habis-habisan untuk mengembalikan PSIS ke Indonesia Super League (ISL). Namun, dia berharap ada dukungan dari semua pihak agar keinginan masyarakat Kota Semarang untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kasta tertinggi sepakbola nasional bisa terwujud.

PSIS sudah memastikan satu tempat di babak 8 besar setelah berhasil mengamankan satu poin di kandang Pro Duta, Sabtu (20/9). Dengan satu pertandingan lagi yang masih harus dilakoni semua kontestan 16 besar, kubu Mahesa Jenar pun sudah mulai meraba calon- calon lawan di fase berikutnya.

Yoyok cukup sadar diri bahwa persaingan di 8 besar bakal semakin berat. Bukan saja soal teknis, tapi juga pendanaan. “Kami dari PT Mahesa Jenar Semarang sudah siap mendanai PSIS di babak 8 besar. Tapi, kami juga berharap dukungan semua pihak agar perjuangan tim ini tak hanya berhenti di 8 besar. Bagaimanapun, PSIS adalah milik masyarakat Semarang, sehingga jika semua pihak mau peduli, kita akan punya kekuatan yang dahsyat,” katanya kepada wartawan, Senin (22/9).

Menurut Yoyok, dukungan yang diberikan itu bisa beragam cara. Selain moril, masyarakat juga bisa memberi dukungan materi. Salah satunya lewat pembelian tiket pertandingan. “Apapun bentuknya sangat kami apresiasi. Bisa saja dari pembelian merchandise atau jersey tim dan sebagainya. Tapi, yang paling penting adalah kesadaran membeli tiket untuk nonton pertandingan PSIS. Saat ini PSIS sudah mandiri, dan pemasukan dari tiket pertandingan sangat berarti banyak. Jangan harap bisa juara kalau tidak ada rasa memiliki terhadap PSIS. No Ticket No Champion,” tandasnya.

Pemilik nama lengkap Alamsyah Sukawijaya ini menambahkan, jika manajemen bisa memaksimalkan penjualan tiket pertandingan, tentunya pendanaan PSIS bakal semakin ringan. “Misalnya kita bisa mendapat pemasukan dari tiket Rp 400 juta, dana itu bisa digunakan untuk laga away di Persiwa, yang kisarannya mencapai Rp 350 juta. Ini akan meringankan beban tim,” kata politisi Demokrat ini.

Sementara, Panpel PSIS Pujiyanto menambahkan, untuk menekan kebocoran tiket di laga terakhir babak 16 besar melawan Persikabo, Rabu (24/9) malam, pihaknya sudah mempersiapkan personel tambahan di pintu-pintu masuk stadion. “Kami mengimbau agar penonton bisa tertib menyaksikan pertandingan. Jangan sampai melakukan tindakan terlarang, yang ujung-ujungnya justru bisa merugikan PSIS,” katanya. (*)