‎Puasa Tahun Ini Diperkirakan Hanya 29 Hari

Pengamatan hilal di Masjid Agung Jawa Tengah untuk menentukan awal puasa tahun 2014. Puasa tahun ini diperkirakan hanya 29 hari. Foto: metrosemarang.com/MS-01
Pengamatan hilal di Masjid Agung Jawa Tengah untuk menentukan awal puasa tahun 2014. Puasa tahun ini diperkirakan hanya 29 hari. Foto: metrosemarang.com/MS-01

SEMARANG – Ibadah puasa pada bulan Ramadan 2015 atau 1436 H kemungkinan hanya 29 hari. Perkiraan itu didasari perhitungan bulan Saban yang masih berlangsung hingga hari ke 30.

Dari pengamatan sementara, pada tanggal 29 Saban mendatang, hilal masih -2 derajat di bawah ufuk. Hilal bulan baru, kemungkinan belum akan muncul pada hari berikutnya sehingga Saban akan berlangsung 30 hari.

“Jika bulan Saban 30 hari, maka Ramadan akan berlangsung 29 hari,” kata Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah  Syaifulloh, Selasa (19/5). ‎

Perkiraan tersebut adalah hasil lokakarya Kanwil Kemenag hari ini. Lokakarya dilakukan  tim Kemenag dan Badan Hisab Rukyat (BHR) Jateng.

Lokakarya mencatat, hari pertama puasa Ramadan tahun ini jatuh pada 18 Juni. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri, diperkirakan pada 17 Juli 2015.

Dijelaskan Syaifulloh, pada 29 Ramadan, hilal sudah berada pada titik 3 derajat di atas ufuk. Maka keesokan paginya diperkirakan sudah masuk bulan baru, 1 Sawal 1436 H atau Hari Raya Idul Fitri.

Perhitungan tersebut, sambung Syaifulloh, berdasarkan pantauan dari Markaz Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Menara MAJT yang berketinggian 95 meter mdpl dianggap sebagai titik nol untuk memantau hilal.

“Namun untuk kepastiannya harus menunggu sidang isbat yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” lanjutnya.‎

Lokakarya yang digelar Kanwil Kemenag Jateng menghadirkan 10 pakar ilmu falaq. Di antaranya KH Slamet Hambali, H Ahmad Izzuddin, Ali Muchyiddin, Idham Arif, Muhammad Ma’rufin Sudibyo, dan Ahmad Faridi.

‎Lokakarya tersebut juga membahas tentang keseragaman pelaksanaan ibadah puasa. Menurutnya, tahun ini diperkirakan tidak ada perbedaan antara pemerintah dan ormas Islam.

“Kami perkirakan akan seragam antara pemerintah dan ormas Islam. Mulai puasa tanggal 18 Juni, Idul Fitri pada 17 Juli,” ujarnya.

Syaifulloh mengimbau, agar seluruh masyarakat di Jateng waspada terhadap jadwal imsyakiyah yang berasal dari sumber tidak jelas. Ia juga meminta agar takmir masjid mencocokkan jamnya. Dengan demikian, waktu berbuka puasa dan imsyak seragam. “Bisa buka di greenwitch kemudian lihat waktu Jakarta,” pungkasnya. (byo)‎

You might also like

Comments are closed.