10 Bandit Pecah Kaca Mobil Dicokok, Dua Ditembak

Komplotan bandit spesialis pecah kaca mobil dilumpuhkan anggota Dit Reskrimum Polda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Komplotan bandit spesialis pecah kaca mobil dilumpuhkan anggota Dit Reskrimum Polda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Aparat Ditreskrimum Polda Jateng membekuk dua komplotan sekaligus pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil. Komplotan yang beranggotakan 10 orang tersebut ditangkap di waktu yang berbeda. Dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat penyergapan.

Komplotan pertama berjumlah enam orang dan beranggotakan Joko Randi alias Joko (21), Damar Wahyu Wicaksono (21),  Andi Irawan (38), Fikram (32), Wijaya Selalu (32) dan Budiarso (21). Mereka ditangkap  di sebuah hotel di Trenggalek, Jawa Timur pada Kamis (19/11).

Sementara komplotan kedua yang keseluruhannya warga Palembang dan beranggotakan Abnin Priyadi (29), M Saleh (32), Hamid (28), dan Muhamad Amin (28) ditangkap di rumah kos  Waringin Anom, Jetis, Gresik, Jawa Timur, Jumat (20/11). Petugas terpaksa menembak kaki dua dari keempat pelaku lantaran berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengatakan modus yang dilakukan kedua komplotan tersebut cenderung sama. Mereka mengincar mobil para nasabah bank yang baru saja melakukan penarikan uang.

“Mereka punya perannya masing-masing. Ada yang mengawasi dan mencari sasaran, ada yang mengamankan, dan ada yang mengeksekusi,” kata Gagas, di Mapolda Jateng, Rabu (24/11).

Aksi terakhir kedua komplotan tersebut terjadi beberapa hari yang lalu. Komplotan pertama, terakhir beraksi pada 17 November 2015 di daerah Tegalgunung, Blora dengan kerugian Rp 30 juta, dan komplotan kedua terakhir beraksi di Cepu, Blora pada 6 November 2015, dengan kerugian Rp 70 juta.

Hingga saat ini pihaknya mengaku masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Termasuk memburu pelaku yang berhasil melarikan diri. “Mereka kami jerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandas Gagas. (yas)

You might also like

Comments are closed.