10 Cara Mengelola Keuangan dalam Rumah Tangga

Ilustrasi
Ilustrasi

DALAM sebuah rumah tangga pengelolaan uang sangatlah penting. Anda harus tahu sumber pengeluaran dan pemasukan. Tidak hanya itu, Anda pun harus mengetahui secara rinci bagaimana pengeluaran dan pemasukan, karena keduanya penting. Jika Anda tidak memantaunya dengan baik dan benar, maka yang terjadi adalah keuangan dalam rumah tangga kacau. Kemungkinan yang terjadipun adalah besar pasak daripada tiang. Nah, bagaimana cara mengelola keuangan dalam rumah tangga? Simak ulasan berikut.

1. Menabung

Mulailah menabung walaupun hanya sedikit. Ini adalah langkah awal, mengisi tabungan yang selama ini mungkin telah habis untuk dana pernikahan atau kebutuhan lainnya. Pertama, kumpulkan paling tidak enam bulan pengeluaran bulanan sebagai dana darurat. Kedua, mulailah rencanakan dana pensiun dengan meninvestasikan uang dalam portofolio yang terdiversifikasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keluarga.

2. Suami-Istri Satu Rekening

Ketika menikah, tidak ada uang suami atau istri, tetapi milik bersama. Maka, bukalah rekening tabungan atau giro untuk tujuan bersama.

3. Perbarui Penerimaan Manfaat

Jika Anda memiliki polis asuransi, ubah semua penerima manfaat pada polis asuransi, program pensiun, reksadana, dan surat berharga lainnya atas nama pasangan Anda. Hal ini terkadang diperlukan jika Anda tidak ada orang yang dipercaya sehingga jika terjadi sesuatu pada pasangan Anda, lebih mudah untuk mencari orang terdekat dan terpercaya.

4. Hutang

Jika Anda memutuskan untuk berhutang di bank, maka sebaiknya dibicarakan terlebih dulu. Suami dan istri harus tahu sehingga mendapat solusi untuk pelunasan hutang tersebut. Namun, jika tidak ada kebutuhan mendesak, lebih baik hindari hutang.

5. Buatlah Pembukuan

Pembukuan keuangan rumah tangga sangatlah penting. Ini untuk mengetahui bagaimana uang masuk dan keluar. Jika tidak memiliki ini, kita tidak pernah tahu pengeluaran selama sebulan, minimal kita tahu kemana uang habis.

6. Prioritaskan Pembelian

Buatkan daftar pembelian selama sebulan. Misalnya kebutuhan pembayaran hutang atau kredit (jika ada), pembayaran uang sekolah, listrik, air, dan lainnya. Kemudian buatlah rincian daftar belanja bulanan sesuai dengan kebutuhan Anda.

7. Buatlah Kesepakatan tentang Pengeluaran Keluarga

Buatlah kesepakatan tentang tentang pengeluaran antara suami dan istri. Misalnya, suami yang mencukupi kebutuhan anak sekolah dan istri yang mengelola keuangan dapur. Dalam hal ini harus ada kesepakatan kedua belah pihak.

8. Konsolidasi Kartu Kredit

Hindari memiliki kartu kredit lebih dari yang Anda butuhkan. Hal ini dikarenakan untuk  memudahkan Anda melacak pengeluaran rumah tangga.

9. Beli Asuransi Jiwa

Sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan Anda dan pasangan untuk membeli asuransi jiwa. Hal ini untuk proteksi diri atau saling melindungi diri dan mutlak jika Anda telah memiliki keturunan. Hal ini untuk menghindari terjadinya risiko hidup.

10. Mengatur Dokumen

Pastikan Anda berdua tahu dimana dokumen penting tersimpan. Hal ini untuk memudahkan kita mencari dokumen disaat penting. Misalnya akte kelahiran, buku nikah, buku polis asuransi, buku tabungan dan lainnya. (die)

Comments are closed.