103 Pemilih Difabel Siap Nyoblos di Pilwakot Semarang

Tumpukan kotak suara ini sedang dirakit di gudang KPU Kota Semarang. KPU juga menyiapkan kertas template untuk pemilih difabel. Foto: metrosemarang.com/dok
Tumpukan kotak suara ini sedang dirakit di gudang KPU Kota Semarang. KPU juga menyiapkan kertas template untuk pemilih difabel. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyatakan saat ini terdapat 103 pemilih dari kalangan kaum disabilitas (difabel) yang siap berpartisipasi di bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2015.

Koordinator Pengawas dan Pemungutan Suara KPU Kota Semarang, Abdul Khalik mengungkapkan, seratusan pemilih difabel tersebut kini telah tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah direkap oleh petugas KPU.

“Sudah kami pastikan ada 103 pemilik hak suara dari kaum difabel yang boleh nyoblos di Pilwakot 9 Desember nanti,” terang Khalik, saat dikonfirmasi metrosemarang.com, Rabu (25/11).

Difabel yang ikut nyoblos di Pilwakot kebanyakan berasal dari tuna grahita dan tuna rungu. Partisipasi pemilih difabel tersebut, kata Khalik, bakal didukung sarana dan prasarana penunjang di tiap TPS.

Ia menyebut bila fasilitas yang diberikan berupa kertas template dan alat pencoblos agar mereka dapat memilih salah satu kandidat Wali Kota Semarang. “Jumlah template yang kami sebar ada sebanyak 2.635 lembar. Satu template satu TPS. Itu disesuaikan dengan total TPS yang kami bangun di 16 kecamatan Kota Semarang,” sambungnya.

Khalik menyampaikan, pelibatan pemilih difabel terbanyak berada di Kecamatan Tugu kemudian terbanyak kedua yaitu Kecamatan Pedurungan. KPU sangat mengapresiasi peran aktif kaum difabel ini, sebab dengan begitu partisipasi masyarakat di bursa Pilwakot jadi meningkat.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono bilang bahwa tahapan persiapan pemilihan suara kini nyaris rampung. Saat ini, hanya tinggal menuntaskan beberapa persiapan akhir termasuk pelaksanaan debat kandidat wali kota. (far)

You might also like

Comments are closed.