11 Pemain Ini Pernah Berkostum PSIS dan Persijap

Noorhadi bakal kembali lagi ke Jatidiri, kali ini dengan balutan jersey Persijap Jepara. Foto: metrosemarang.com
Noorhadi bakal kembali lagi ke Jatidiri, kali ini dengan balutan jersey Persijap Jepara. Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Aroma persaingan PSIS dan Persijap kerap menjadi bumbu penyedap setiap kali kedua kubu bertemu. Tapi, cerita perseteruan itu hanya terjadi di luar lapangan, dan tentu saja suporter sebagai aktornya. Kedua tim justru menunjukkan tanda-tanda ‘bersahabat’. Para pemain pun tak merasa alergi ketika harus menyeberang ke klub seteru. Berikut ini 11 pemain yang pernah mengenakan jersey biru PSIS dan merahnya Persijap.

Miro Baldo Bento

Pemain Timor Leste ini pernah menjadi bintang di Bumi Kartini saat membela Persijap di musim 2005-2006. Dia juga yang mengemas gol kemenangan kala Persijap mempecundangi PSIS 3-2 di Jatidiri. Setelah beberapa kali berganti klub, Bento direkrut PSIS di pertengahan musim 2010.

Julio Lopez

Pemain asal Chile ini menjadi idola publik Kota Lumpia berkat aksi-aksi impresifnya di musim 2002-2003. J-Lo kemudian berlabuh di Persib Bandung dan beberapa klub di luar negeri, sebelum kembali ke PSIS di musim 2006-2007.

Lopez sempat berpetualang di beberapa klub ISL, salah satunya Persisam Samarinda. Pemain gempal ini kemudian didatangkan manajemen Persijap di tahun 2011. Sayang, musim itu lebih banyak dihabiskan Lopez di ruang perawatan. Karirnya di Jepara tak semulus saat berseragam PSIS.

Julio Alcorse

Julio Cesar Alcorse pernah mencuri perhatian pecinta sepakbola di Jepara. Datang di pertengahan musim 2013, striker berpaspor Argentina ini sukses mengukir enam gol. Di musim berikutnya, Alcorse dipinang PSIS. Meski kerap dicap sebagai pemain pemalas, striker jebolan akademi Boca Juniors itu sanggup mendonasikan 13 gol dan mengirim Mahesa Jenar melangkah ke semifinal Divisi Utama.

Andi Rohmad

Andi sebenarnya bukan pemain asli Jepara. Gelandang asal Lamongan ini direkrut pelatih Persijap U-21, Anjar Jambore di tahun 2012. Musim 2014 menjadi awal karir Andi bersama PSIS. Di musim itu, dia sukses menjadi pilar penting di lini tengah Mahesa Jenar.

Gipsy Salata’alaita

Gipsy adalah pemain asli Bumi Kartini. Sempat dianggap punya prospek cerah, Gipsy tak pernah menjadi pilihan utama pelatih Raja Isa. Musim 2014, dia mencoba peruntungan bersama PSIS. Karirnya di skuat biru-biru juga kandas di tengah jalan. Gipsy kalah bersaing dengan Ronald Fagundez dan akhirnya hijrah ke Persip Pekalongan di pertengahan musim.

Abdul Latif

Bek jebolan Tim PON Jateng ini tak mampu menembus skuat inti Persijap. Eks pemain PSIR Rembang itu kalah bersaing dengan Anam Syahrul dan Evaldo Silva.

Di musim 2014, dia memutuskan hengkang ke PSIS. Sempat tampil menjanjikan selama pramusim, Latif justru dihantam cedera parah, beberapa hari sebelum kompetisi resmi bergulir. Dia tak pernah bermain di kompetisi resmi dan didepak di pertengahan musim.

Anam Syahrul

Anam merupakan pemain binaan Persijap junior. Dia adalah kapten sekaligus ikon Laskar Kalinyamat. Namun, setelah beberapa musim berkiprah di tanah leluhur, pemilik nama Anam Syahrul Fitrianto ini memilih hengkang saat Persijap dihantam krisis.

Uniknya, Anam justru hijrah ke PSIS yang notabene menjadi musuh abadi Persijap. Datang di pertengahan musim 2014, Anam langsung menjadi pilihan utama di barisan belakang untuk mendampingi Fauzan Fajri.

Ahmad Nufiandani

Seperti halnya Anam, Nufiandani juga terpaksa meninggalkan Persijap karena alasan krisis. Dani dianggap sebagai pembelian yang sukses di paruh musim. Pemain muda ini langsung tampil memikat dan menjadi idola baru di Jatidiri.

Eli Nasoka

Gelandang 25 tahun ini adalah pemain asli Semarang, yang justru memulai karir bersama Persijap junior. Eli juga sempat merasakan polesan Eko Riyadi saat keduanya bermukim di Persitema Temanggung, musim 2013. Eko juga yang merekomendasikan Eli untuk direkrut PSIS setelah dia terdepak dari PSS Sleman di paruh musim 2014.

Rizky Yulian

Rizky disebut-sebut sebagai bintang masa depan Mahesa Jenar berkat penampilan memikat di musim 2013. Tapi, jebolan PON Jateng ini malah memilih Persijap sebagai pelabuhan barunya di musim 2014. Bersama Laskar Kalinyamat, Rizky gagal bersinar dan terdepak di pertengahan musim. Dia akhirnya melanjutkan karir di Persibangga Purbalingga, sebelum memutuskan kembali berkostum PSIS di tahun 2015.

Noorhadi

Noorhadi termasuk rombongan pemain Persijap yang eksodus di pertengahan musim 2014. Padahal, pemain seangkatan Boaz Solossa ini adalah idola Jepara. Tak seperti Anam Syahrul dan Nufiandani, Noorhadi memilih berlabuh di Barito Putera. Di tahun 2015, pemain yang akrab disapa Emen ini menerima pinangan PSIS Semarang. Sayang, dia tak sanggup mengimbangi kecepatan pasukan muda Mahesa Jenar. Praktis hanya sebulan dia menjadi bagian PSIS, sebelum kembali ke Persijap. (twy)

You might also like

Comments are closed.