12 Negara Uni Eropa Siap Jalin Kerja Sama dengan Semarang

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 12 duta besar negara anggota Uni Eropa berkunjung ke Kota Semarang untuk meningkatkan hubungan kerja sama dengan Provinsi Jateng khususnya Kota Semarang. Mereka tertarik dengan potensi yang banyak dimiliki oleh Kota Semarang.

Para dubes Uni Eropa saat berkunjung ke Kota Semarang, Rabu (24/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Para diplomat yang dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend ini diterima langsung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balaikota Semarang, Rabu (24/1). 12 dubes di antaranya dari Inggris, Italia, Belanda, Jerman, Irlandia, Austria, Kroasia, Belgia, Yunani, Prancis, Swedia, dan Denmark

Selain melakukan dialog dan pembahasan tentang urbanisasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kota Semarang, para dubes negara Uni Eropa juga mendapatkan pemaparan soal Pusat Infromasi Publik sebagai pusat pelayan informasi dan transparansi Semarang.

Vincent Guerend menjelaskan, kunjungan para dubes ke Kota Semarang adalah untuk menunjukkan ketertarikan kepada Kota Semarang sebagai kota yang sangat penting di Indonesia terutama di Jawa Tengah. Banyak yang bisa dilakukan bersama dengan Semarang.

‘’Pagi ini khususnya membahas pembangunan kota berkelanjutan dengan 3 pilarnya. Yaitu pengelolaan sampah, yakni memproses sampah menjadi energi dimana Semarang sudah bekerjasama dengan beberapa negara soal pengelolaan sampah,’’ katanya.

Berikutnya pembangunan kota berkelanjutan di dasari adanya perusahaan-perusahaan negara Eropa yang sudah bertempat di Kota Semarang dan menyediakan banyak lapangan kerja. Serta partner city yaitu kegiatan yang fokus pada berbagi pengalaman tentang pengelolaan urban.

‘’Masyarakat Eropa banyak tinggal di perkotaan, artinya mereka juga banyak mengalami masalah urban yang dialami semarang. Kami bisa saling belajar pengalaman. Besok juga kita akan bicara soal Urbanisasi Berkelanjutan di Undip Semarang,’’ ujarnya.

Vincent menegaskan, kerja sama dengan Kota Semarang ini juga sekaligus dalam konteks kerja sama dengan ASEAN. Misalnya pertukaran pelajar di Semarang dengan negara-negara ASEAN. Serta Uni Eropa mendukung program Eko Distrik yang di antaranya dilakukan Semarang.

Dubes italia Vittorio Sandalli mengatakan, pihaknya akan mengeksplore potensi kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia terutama Kota Semarang. Salah satunya dalam pengelolaan sampah pihaknya memiliki teknologi bahan bangunan yang dapat menyerap polusi.

‘’Kami pernah pernah pamerkan bahan bangunan yang dapat menyerap polusi di Jakarta, ini bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah di Indonesia,’’ tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota semarang Hendrar Prihadi mengucapkan terima kasih atas kunjungan dubes negara-negara maju. Terutama teknologi yang ditawarkan beberapa negara Uni Eropa tersebut untuk membantu Semarang mengembangkan Smart City.

Sejauh ini kerja sama dan hubungan baik sudah dilakukan Semarang dengan bebarapa beberapa negara Uni Eropa. Contoh kerjasama pengelolaan sampah TPA Jatibarang menjadi energi metan dengan negara Denmark.

‘’Contoh lain dengan Belanda pada pembangunan Polder banger, dan juga dengan Belanda sedang diskusi soal pengembagan Kota Lama dimana peta asli Kota Lama Semarang ternyata ada di Belanda, kita sedang proses untuk bisa diserahkan kepada kita,’’ jelasnya.

Dalam konteks Semarang menjadi kota Smat City pihaknya siap melakukan komitmen dengan negara-negara lain yang ingin membantu. Karena dia menegaskan belum puas dengan apa yang telah berhasil dilakukannya terkait Smart City. (duh)

You might also like

Comments are closed.