131 Perusahaan di Jateng Gagal Tuntaskan Konflik UMK

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 131 perusahaan di Jawa Tengah sepanjang 2016 kemarin diketahui gagal menyelesaikan konflik pengupahan sesuai aturan UMK yang telah ditetapkan oleh Pemprov Jateng.

Ilustrasi. Ratusan buruh PT Simoplas menuntut pembayaran upah. Sebanyak 131 perusahaan di Jawa Tengah sepanjang 2016 kemarin diketahui gagal menyelesaikan konflik pengupahan. Foto: metrosemarang.com/dok

Menurut Gedeon Suhartoyo, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Tengah, kondisi tersebut dipicu lambannya proses hukum yang berjalan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) karena jarak tempuh tiap perusahaan yang terlampau jauh.

Contohnya, kata Suhartoyo, ada sebuah perusahaan di Cilacap yang belum bisa melunasi pembayaran upah sebesar Rp 30 juta. Namun, perwakilan perusahaan terpaksa harus bolak-balik ke kantor PHI di Semarang untuk mengikuti proses sidang.

“Dengan kondisi itu, kan biayanya habis dijalan. Sehingga proses hukumnya berjalan lambat. Jumlahnya yang gagal bayar UMK seperti itu ada 131 perusahaan,” katanya, di Lantai II kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (17/3).

Ratusan perusahaan yang ia maksud di antaranya bergerak di bidang perkayuan, garmen dan sebagian lagi di sektor pusat perbelanjaan modern. “Salah satunya Mal Sri Ratu di Pekalongan,” imbuhnya.

Kendala lainnya yakni biaya sidang yang terlampau mahal. Ia saat ini hanya bisa menjembatani penyelesaian konflik tersebut dengan para buruh. Apalagi, kini semua proses hukum yang berjalan untuk menyelesaikan konflik pembayaran UMK kini telah punya kekuatan hukum tetap (incracht). Sehingga pemerintah berhak mengeksekusi aset di tiap perusahaan.

“Yang bikin miris lagi, 131 perusahaan itu masih beroperasi. Ini tentunya sangat mempengaruhi proses pengawasan ketenagakerjaan yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Selain mengawal konflik UMK, dirinya kini juga memantau gugatan UMK yang masih terjadi di Kabupaten Jepara dan Kota Semarang. Di dua kota itu, mediasi berjalan alot. (far)

You might also like

Comments are closed.