19 Warga Kampung Pelangi Sudah Ajukan Kredit Wibawa

METROSEMARANG.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang menyatakan sudah ada sebanyak 19 orang warga Kampung Pelangi di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan yang mengajukan Kredit Wibawa. Pihaknya siap memfasilitasi permodalan warga yang ingin mengembangkan usahanya sesuai instruksi dari wali kota.

Kampung Pelangi di Randusari. Warga setempat terus didorong mengembangkan perekonomian di kampung tersebut. Foto: metrosemarang.com/dok

”Sudah ada yang mengajukan 19 orang rata-rata usaha kuliner makanan dan minuman, hanya ada 4 orang yang akan membuat cinderamata dari bunga untuk dibuat bros,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Litani Satyawati, Selasa (23/5).

Sesuai perintah wali kota, pihaknya membuka akses bagi warga Kampung Pelangi yang memiliki usaha untuk mendapat pinjaman modal lewat Program Kredit Wibawa. Sebanyak 19 orang itu juga akan diberikan pembinaan dan pelatihan agar usahanya berkembang.

”Rata-rata warga sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya. Misalnya sebagai bakul minuman, kuliner, dan lainnya. Kami sarankan mereka untuk mengajukan pinjaman Kredit Wibawa secara berkelompok, yang maju mengurus cukup perwakilan,” kata Litani.

Pihaknya menegaskan tidak akan membiarkan warga mengembangkan sendiri usaha di kawasan Kampung Pelangi. Karena nantinya Kampung Pelangi kedatangan para tamu wisatawan yang berkunjung, sehingga makanan dan minuman yang dijual warga harus layak. Baik dari segi kualitas, kemasan maupun harganya tidak terlalu mahal.

”Kami akan sentuh dari sisi kualitas, misalnya minuman yang dibuat harus memang layak jual, baik rasanya, kemasannya maupun harganya. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya gela (kecewa), sudah mahal kok ngono thok, misalnya begitu,” ungkapnya.

Barang yang dijual harus menarik, higienis, dan jangan sampai ada perilaku mremo. Tempat usaha para pelaku usaha tersebut rencananya juga akan berada di rumah-rumah warga sendiri.

”Warga ada yang mengusulkan shelter pusat menjual dagangan mereka di Pasar Kembang Kalisari, tapi menurut kami itu akan merusak identitas Pasar Kembang sebagai pusat menjual bunga di Semarang,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.