2.700 Bangunan Liar di Bantaran BKT Sudah Dibongkar

Sebuah alat berat membongkar bangunan semi permanen yang ada di bantaran BKT di Kelurahan Kaligawe, Rabu (21/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

 

METROSEMARANG – Sebanyak 2.700 bangunan terdiri dari lapak dan hunian liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sejauh ini telah diratakan dengan tanah. Pemerintah Kota Semarang terus melakukan upaya percepatan pembebasan lahan tersebut untuk pelaksanaan proyek normalisasi BKT.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkapkan, secara total ada sekira 3.500 bangunan yang harus dibongkar untuk normaliasi BKT yang ditarget harus selesai pada akhir tahun ini. ‘’Terbaru hari ini dilakukan pembongkaran lapak PKL (Pedagang Kaki Lima) dan hunian liar di bantaran BKT yang ada di daerah Jalan Unta Raya Semarang,’’ katanya, Senin (16/4).

Dari 2.700 lapak dan hunian liar yang telah dibongkar tersebut semuanya terletak di 6 kelurahan. Yakni di Kelurahan Sambirejo, Pandean Lamper, Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar dan Rejosari.

Pihaknya masih harus terus melakukan pembongkaran lapak dan hunian liar bantaran BKT di beberapa kelurahan lainnya yang tersisa. Yaitu di Bugangan, Mlati Harjo dan Karang Tempel yang ditargetkan harus selesai dibongkar semuanya pada satu bulan pascaLebaran 2018.

Sementara warga masyarakat yang terkena dampak normalisasi BKT tersebut, Fajar mengatakan Pemerintah Kota Semarang sudah menyediakan tempat relokasi. Untuk warga penghuni hunian liar akan ditempatkan di sejumlah rusunawa milik pemkot.

‘’Sedangkan untuk PKL sudah disiapkan di Pasar Klitikan, dimana kalau nanti masih tidak mencukupi akan ditempatkan di sejumlah pasar tradisional yang ada,’’ pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.