2015 Tahun Politik, Bansos dan Hibah Harus Dihentikan

image
Ilustrasi

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta menghentikan pemberian dana bantuan sosial (bansos) dan hibah selama tahun 2015. Pasalnya tahun tersebut dinilai merupakan tahun politik sehingga rawan penyelewengan dan tidak tepat sasaran.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang, M Chafid menyikapi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Menurutnya, pemkot harus menghentikan sementara pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

‘’Tahun depan akan digelar pesta demokrasi pemilihan wali kota dan wakilnya. Oleh karenanya, kami meminta pemkot menghentikan sementara dana bansos supaya tidak terjadi penyelewengan,’’ tegasnya Senin (3/11).

Menurut M Chafid, dana bansos dan hibah di tahun politik bagaimana pun rawan sekali disusupi kepentingan politik. Bahkan, kadang besarannya dan pencairannya bertambah karena untuk kepentingan kelompok tertentu. Dia berharap dana bansos dan hibah ini bisa diberikan ke masyarakat dengan tepat sasaran dan jumlahnya diterima secara utuh.

‘’Tidak ada penyelewengan dan pemotongan yang digunakan untuk kepentingan tertentu. Tahun politik bagaimana pun sangat rawan penyelewengan,’’ tegasnya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.