21 Kali Curi Mobil, Mujiono Tewas Ditembak Polisi

Tiga anggota komplotan pencuri mobil yang diotaki Mujiono. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Tiga anggota komplotan pencuri mobil yang diotaki Mujiono. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Satuan Reskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap tiga anggota komplotan spesialis pencuri mobil pikap, Sabtu (20/12) dinihari. Salah satu pelaku terpaksa ditembak mati karena berusaha kabur dan sempat melawan petugas.

Ketiga tersangka yakni Mujiono (43) warga Kretek Winangun, Wonosobo, Joko Sunyoto (34) warga Krowo Kandangan, Temanggung, dan Krisnawan (30) warga Kedu Temanggung ditangkap di wilayah Kopeng, Salatiga, tak lama setelah menggasak sebuah mobil di Banyumanik, Semarang.

Petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arah para pelaku karena mencoba melarikan diri dan melawan saat akan ditangkap. Salah seorang pelaku Mujiono, tewas setelah tertembak saat mencoba melawan dan mengelabuhi petugas. Ia mencoba melarikan diri dengan berdalih ingin buang air kecil di wilayah Klipang.

Saat itulah dengan keadaan terborgol ia melawan dan terjadi aksi kejar kejaran. Petugas sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tak dihiraukan pelaku. Petugas pun terpaksa menembaknya. Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Semarang.

“Salah seorang residivis meninggal. Ia tertembak karena melawan petugas. Sempat dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong,” tutur Kapolrestabes  Semarang, Kombes Pol Djihartono, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (20/12) Pagi.

Menurut Djihartono, pelaku Mujiono merupakan otak pencurian dan residivis berbagai kasus pencurian. Bahkan, diketahui, ia juga belum lama keluar dari Lapas di Ambarawa. “Setidaknya ada 21 laporan kriminal yang ada di Polrestabes dan Polsek terkait Mujiono,” imbuhnya.

Penangkapan ketiganya berawal dari ditangkapnya salah seorang anggota komplotan pencuri bernama Rodi(24) warga Temanggung, oleh Satuan Reskrim Polsek Mijen, Minggu (14/12) lalu.

Sementara, salah seorang pelaku Joko Sunyoto mengaku dalam sebulan terakhir sudah sembilan kali beraksi bersama Mujiono. “Saya sudah tau Rodi tertangkap. Mencuri di banyumanik hasilnya mau digunakan untuk melarikan diri,” akunya.

Menurut Joko, mobil hasil curian nantinya akan dijual dengan harga Rp 5-8 juta kepada pemesan atau penadah . Dari hasil penjualan tersebut ia mendapat bagian 1,5 juta rupiah. Barang bukti berupa, dua mobil Suzuki Carry pikap, satu Mitsubishi Colt SS, dan satu Toyota Avanza B 1819 BKE yang digunakan pelaku berhasil diamankan. (yas)

You might also like

Comments are closed.