22 Agen Elpiji Nakal ‘Dijewer’ Pertamina

Pertamina melakukan sidak di sejumlah agen elpiji di Semarang, Kamis (28/5). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Pertamina melakukan sidak di sejumlah agen elpiji di Semarang, Kamis (28/5). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Sebanyak 22 agen gas elpiji di wilayah Jateng-DIY dijatuhi sanksi oleh PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV. Sanksi tersebut diberikan karena mereka kedapatan melanggar ketentuan atau berbuat curang.

Pelanggarannya pun cukup beragam, di antaranya tidak digunakannya plastic warp sebagai identitas agen, menjual di luar wilayahnya, hingga melakukan pengoplosan untuk mencari keuntungan.

“Setelah dilakukan operasi pasar, didapati 22 agen yang melakukan pelanggaran,” kata General Manajer PT Pertamina MOR IV, Kusnendar di sela sidak di agen gas elpiji PT Candi Agung Pratama, Jalan Sultan Agung 109, Semarang, Kamis ( 28/5).

Untuk sanksi yang diberikan  juga bervariatif, tergantung jenis pelanggarannya. Mulai dari skorsing atau penghentian distribusi gas untuk dijual hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).

Sementara, di kota Semarang setidaknya ada dua agen yang terancam di-PHU karena mengoplos gas 3 kg ke tabung 12 kg dan saat ini sedang ditangani kepolisian.

PT Pertamina melakukan operasi pasar terkait adanya informasi kelangkaan gas elpiji 3 kg di pasaran. Kelangkaan tersebut salah satunya dipicu oleh banyak pesta hajatan pada bulan Rajab dan Syaban.

“Kelangkaan itu mungkin juga dikarenakan saat ini sudah menjelang bulan Ramadan,” tandas Kusnendar.

Kelangkaan elpiji 3 kg sebelumnya juga dialami warga Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Kalau pun ada, harganya sudah melambung hingga Rp 20 ribu pertabung. (yas)

You might also like

Comments are closed.