22 Polisi Jateng Dipecat, Didominasi Kasus Narkoba

WP_20141229_006

SEMARANG – Sepanjang  tahun 2014 tercatat ada 497 petugas anggota jajaran Polda Jateng yang dijatuhi sanksi karena melakukan tindakan tidak terpuji, indispliner dan bersinggungan dengan kasus sipil.

Hal tersebut diungkapkan Waka Polda Jateng Brigjen Polisi Slamet Riyanto. Bahkan, menurut jenderal bintang satu itu, ada 22 anggota polisi di wilayah Polda Jawa Tengah harus menerima sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena pelanggaran yang dilakukannya.

“Kami memberikan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana tanpa tebang pilih,” ungkapnya dalam jumpa pers laporan akhir tahun di aula Mapolda Jateng, Senin (29/12).

Menurutnya, sanksi tegas tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi internal berdasarkan aturan-aturan yang berlaku. P

elanggaran tindak pidana yang dilakukan oknum penegak hukum ini didominasi kasus narkoba.

“Ada 14 kasus, 16 anggota polisi telah ditetapkan sebagai tersangka narkoba. Saat ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Diakuinya, sepanjang 2014, sebanyak 497 anggota polisi di jajaran Polda Jateng memang telah melakukan pelanggaran disiplin. “Sebanyak 42 anggota di antaranya melakukan tindak pidana. Sedangkan yang sudah diberikan sanksi PDTH sebanyak 22 orang,” lanjutnya.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sebanyak 54 anggota bakal mengikuti sidang kode etik. Sejauh ini sudah 38 anggota yang telah mengikuti sidang kode etik. (yas)

You might also like

Comments are closed.