230 Korban Longsor Banjarnegara Segera Direlokasi

METROSEMARANG.COM – Ratusan korban bencana tanah longsor di Desa Clapar Kecamatan Madukara, Banjarnegara segera direlokasi ke tempat aman karena permukiman yang mereka tempati saat ini telah tertimbun longsoran tanah.

Meski begitu, tahap relokasi masih menunggu hasil penelitian kontur tanah dari petugas Badan Vulkanologi Jawa Tengah.

Longsor Banjarnegara
Longsor Banjarnegara

“Badan Vulkanologi dan petugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini masih mengecek lokasi bencana,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana di Gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (28/3).

Badan Vulkanologi, kata Sarwa, nantinya yang akan memutuskan apakah tanah di lokasi kejadian layak ditempati atau harus ditinggalkan secepatnya. Bila harus ditinggalkan oleh warga, BPBD menyatakan telah menyiapkan opsi memindahkan seluruh warga yang terdampak bencana longsor.

“Ada 230 jiwa yang tersebar di 64 kepala keluarga Desa Clapar. Sementara ini mereka masih diungsikan di SD dan TK,” tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, hasil pemutakhiran BPBD, sejak 27 Maret 2015, telah terjadi 5 kali longsoran tanah di lokasi kejadian sehingga membuat rumah-rumah rusak serta jalan dan jembatan amblas.

“Ini sudah bahaya sekali karena ada 15 rumah rusak parah karena tanahnya tergerus. Kondisi kultur tanah masih bergerak tiap dua jam sekali,” sambungnya.

Untuk merelokasi korban longsor, Sarwa mengaku butuh suntikan dana senilai Rp 35 juta per kepala keluarga. Sejauh ini, duit Rp 35 juta itu berasal dari BNPB Rp 20 juta serta dana tak terduga dari Pemprov Jateng Rp 15 juta. Sedangkan, perbaikan infrastruktur ditanggung APBD kabupaten setempat.

“Tapi, jangan sampai pengalaman longsor Si Jeruk yang dulu direlokasi daerah aman, ternyata kena longsor kembali. Maka hal itu tidak lepas dari rekomendasi akhir dari Badan Vulkanologi dan ESDM, supaya permanen dan tetap aman,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.