24.562 Siswa Ikuti UN SMP di Semarang

METROSEMARANG.COM – Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang pada hari ini berjalan lancar. Tercatat dari sebanyak 24.562 siswa SMP dan MTs baik negeri maupun swasta dapat mengikuti UN tanpa mengalami kendala.

Wali Kota Hendrar Prihadi memantau pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 5, Selasa (2/5). Foto: masrukhin abduh

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, di hari pertama penyelenggaraan UN di Semarang belum ada satupun laporan permasalahan, terlebih yang menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Semua komputer tidak ada yang pinjam atau minta bantuan ke orang tua siswa.

”Alhamdulillah semua berjalan lancar, baik tingkat kehadiran maupun CPU-nya sampai hari ini tidak ditemukan sebuah permasalahan,” katanya, saat melakukan tinjauan pelaksanaan UN di SMPN 5 Semarang, SMPN 39 Semarang dan SMP Muhammadiyah 3 Semarang, Selasa (2/5).

Semua sekolah menurutnya sudah melakukan antisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi saat UNBK berlangsung. Di antaranya dengan menyewa genset jika terjadi pemadaman listrik. ”Mereka sudah mengantisipasi, misal ada listrik mati, atau hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Harapannya UN yang akan berlangsung mulai hari Selasa (2/5) sampai Senin (8/5) tetap berjalan baik dan lancar. Baik yang UNBK mandiri maupun nginduk ke sekolah lain dan yang menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, yang mendampingi wali kota mengatakan, ada sebanyak 24.562 siswa SMP dan MTs baik negeri maupun swasta  yang ikut UN serentak pada tahun ini. Dari jumlah itu ada yang mengikuti UNBK secara mandiri di sekolahnya, menginduk ke sekolah lain, dan ada beberapa sekolah masih menggunakan UNKP.

”Yang mandiri ada 97, yang 79 gabung ada yang di SMA, SMK, ada beberapa yang difasilitasi perguruan tinggi untuk ikut menggunakan labnya,” katanya.

Selain menginduk dengan sekolah lain seperti SMA dan SMK, sejumlah sekolah ada yang menjalankan UNBK dengan menginduk di sejumlah perguruan tinggi yang meminjamkan laboratorium komputernya untuk digunakan sebagai ujian.

Sementara untuk sekolah yang masih menggunakan UNKP di Kota Semarang ada 40 sekolah yang terdiri dari 23 SMP dan 17 MTs. Sekolah yang masih menggunakan UNKP ini didominasi sekolah swasta.

”Tahun ini kita ngejar dulu yang negeri (pengadaan komputer untuk menggelar UNBK), karena tahun lalu kita hanya 6 sekolah yang UNBK,” katanya.

Sementara hari pertama pelaksanaan UN sendiri berjalan lancar tidak ada laporan permasalahan yang berarti. Termasuk di sekolah yang menjalankan UNKP dimana tahun ini posko ujian hanya di Kantor Dinas Pendidikan.

”Distribusi soal dan posko UNKP tidak ada lagi sub rayon-sub rayon, langsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang. Untuk pengawas baik UNBK maupun UNKP tetap sama pengawasan silang penuh,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.