256 Wisudawan FITK UIN Walisongo Diminta Bermasyarakat

METROSEMARANG.COM – Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo, Raharjo meminta pada 256 sarjana pendidikan lulusan FITK untuk mendidikasikan ilmunya pada masyarakat.

Pelepasan Wisudawan FITK di Hotel Pandanaran Semarang.

“Ilmu yang didapatkan selama kuliah sudah saatnya dibagikan pada masyarakat” kata Raharjo di sela-sela wisuda di Auditorium Kampus III Jl Prof Hamka Ngaliyan Semarang, Kamis (27/7).

Sebelum mengikuti proses wisuda, mahasiswa FITK menjalani proses pelepasan di tingkat Fakultas pada Senin (24/7) di Hotel Pandanaran Semarang. Raharjo berpesan tiga hal yang harus dipahami oleh lulusan UIN Walisongo.

“Mahasiswa datang (awal studi) diterima, maka akhir studi dilepas kembali. Jika akhir studi tiba-tiba hilang, berarti ada masalah,” ungkap alumni Magister Australia ini.

Setiap alumni FITK akan membawa pulang tiga bukti, yaitu: kualifikasi (ijazah), kompetensi (transkrip dan SKPI), serta bukti profesi (akta mengajar). “Ini yang berbeda dengan Fakultas lainnya. Bahwa sarjana FITK itu sarjana plus dengan segudang prestasi,” katanya.

Raharjo juga menyampaikan bahwa selesai S1, hanya selesai program sarjana terendah. Walau demikian, gelar itu sudah bisa digunakan untuk melamar pekerjaan yang layak. “Maka patut disukuri. Tapi untuk menimba ilmu, perjalanannya masih jauh,” tandas pria asal Kendal ini.

Alumni FITK dan umumnya semua prodi di UIN Walisongo, memiliki dasar pemahaman agama yang kuat, dengan  mengembangkan kompetensi ilmu yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.

“Kalau selama studi, kalian diajar, dididik, dibimbing, dilatih dan dibina di dalam laboratorium akademik, kini saatnya kalian dikembalikan ke keluarga  menuju laborat alam yang sesungguhnya,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.