27 PGOT Terjaring Razia Satpol PP di Krapyak

Razia PGOT di pintu Tol Krapyak, Selasa (12/1). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Razia PGOT di pintu Tol Krapyak, Selasa (12/1). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Aksi kejar-kejaran mewarnai razia pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang di pintu ujung pintu Tol Krapyak, Selasa (12/1). Sebanyak 27 PGOT sudah diamankan petugas untuk dibina di Resos Among Jiwo, Ngaliyan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM mengatakan, operasi serupa akan dilakukan secara terus menerus walaupun disadarainya, menertibkan PGOT adalah hal yang sulit untuk dilakukan. “Kebanyakan mereka berasal dari luar Kota Semarang,” kata dia, Selasa (12/1).

Endro mengatakan, PGOT sekarang tidak hanya beroperasi di pusat kota, melainkan daerah pinggiran seperti Jrakah, Ngaliyan, Tugu dan sebagainya. Endro berharap kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para PGOT yang berada di jalanan karena hal itu malah membuat mereka semakin nyaman berada di jalanan.

“Kami akan tetap menertibkan kawasan Kota Semarang dan menjaga keindahan Kota Semarang. Lagipula sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur, yakni Perda nomor 5 tahun 2014,” tambahnya. Setelah dari Tol Krapyak, petugas Satpol PP melanjutkan razia PGOT ke daerah Simpang Lima Semarang. (ade)

You might also like

Comments are closed.