Sah! 14 Pasangan Ikrarkan Sehidup Semati di Gubernuran

Sepasang pengantin sedang mengucap janji di hadapan penghulu. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Sepasang pengantin sedang mengucap janji di hadapan penghulu. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

 

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 14 pasangan mengikuti acara amal 100% yakni “Nikah Gratis Rame-rame” di halaman DPRD Provinsi Jawa Tengah, Minggu (6/12) pagi. Dengan dandanan baju pengantin, lengkap dengan make up, semua pasangat terlihat bahagia menikmati acara yang diselenggarakan komunitas hijabers sosialita Semarang ini.

Acara yang  dimulai sejak pagi berlangsung  meriah, peserta yang hadir dan juga tamu undangan dihibur tarian tradisional yang dibawakan anak-anak. Dua tarian yakni tari gambyong dan tari bondan persembahan dari sanggar Puspa Nugraha membuat acara berlangsung secara asyik.

Iringan musik tradisoanal karawitan dan tembang-tembang Jawa membuat suasana pernikahan tak kalah dengan acara yang sering diselenggarakan di gedung-gedung megah yang memakan banyak biaya.

Ketua panitia penyelenggara, Rintih Safitri mengatakan, acara ini diselenggarakan komunitas hijabers sosialita dan komunitas peduli yatim dhuafa. Dua komunitas tersebut bergabung membuat acara sosial 100% amal nikah massal dengan tagline nikah rame-rame.

“Kita targetnya banyak, tapi ini alhamdulillah sudah terkumpul 14 pengantin yang kita akadkan,” katanya saat ditemui di sela-sela acara.

Rintih menerangkan peserta yang mengikuti hampir ratusan, tapi setelah diverifikasi oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) tersisa 14 pasangan yang bisa diakadkan. “Mungkin hampir ratusan yang masuk, namun yang hanya dicek ok sama pihak KUA, hanya 14 orang itu,” terang Rintih.

Berbuat baik, lanjut Rintih, tidak harus mengeluarkan banyak biaya, tetapi dengan pikiran, tenaga, dan karya, kita bisa membantu orang lain. “Berbuat baik tidak harus keluar duit, tapi dengan berusaha membantu orang lain yang tidak mampu dan memberikan fasilitas juga bisa,” katanya. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.