Zulfikar, Pedang Legendaris Milik Ali Bin Abi Thalib

Pedang Zulfikar milik Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pedang Zulfikar milik Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Sepenggal cerita singkat mengenai kisah heroik Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ketika menyebarluaskan ajaran Islam di Tanah Arab terpampang jelas di literatur pameran replika pedang yang berlokasi di pelataran Masjid Baiturrahman Semarang, Minggu (6/12).

Sahabat nabi yang satu ini konon dikenal sebagai pemuda gagah berani saat bertempur di medan perang. Dan rupa-rupanya, Sayyidina Ali mengikuti jejak para khalifah pendahulunya dengan mengoleksi pedang sebagai alat perang.

Berdasarkan literatur yang tertulis di samping replika pedang disebutkan pedang yang kerap dipakai Sayyidina Ali dinamai Zulfikar. Dikisahkan pula pedang Zulfikar ini pernah dipakai oleh Sayyidina Ali ketika melawan musuhnya di Perang Badar.

Bahkan, menantu Rasulullah tersebut dalam Perang Badar pernah membelah tubuh lawannya menjadi dua bagian memakai mata pedang Zulfikar. Atas pencapaiannya itu, dalam pedang ini tertulis kalimat yang artinya ‘Tidak ada pemuda seperti Ali dan tidak ada pedang seperti pedang Zulfikar’.

Ali Bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus menantu kesayangan Rasulullah. Ibunda Sayyidina Ali adalah Fatimah binti Asad. Sosoknya digambarkan sebagai pemuda pemberani, tangguh memiliki gigi yang rapi, ringan langkahnya namun punya postur tubuh pendek dan berkulit sawo matang serta berjanggut lebat.

Konsultan penyelenggara pameran pedang di Masjid Baiturrahman, Adit Isra mengungkapkan sebenarnya ia ingin membawa serta 20 koleksi replika benda peninggalan sahabat nabi sekaligus dari Museum Top Khapi Turki. Namun karena situasi tak mendukung, maka hanya 10 buah yang bisa dipajang di pameran tersebut.

“Ini totalnya ada 10 benda peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Harapan kita ke depan umat Muslim bisa lebih mengenal seluruh benda peninggalan Nabi Muhammad yang ada di seluruh dunia,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.