3.084 Kegiatan Diresmikan, Pemkot Komitmen Belanja Langsung 70 Persen dari APBD

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 465 program dengan 3.084 kegiatan Pemkot Semarang tahun anggaran 2016 yang telah selesai dikerjakan diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Tahun 2017 ini masih banyak lagi kegiatan yang akan dilakukan.

GOR Tri Lomba Juang sudah bisa digunakan mulai awal 2017. Foto: metrosemarang.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Adi Trihananto dalam laporannya mengatakan, peresmian kegiatan ini sebagai bentuk tranparansi sekaligus pertanggungjawaban kepada masyarakat. Yaitu terkait kegiatan pembangunan Pemkot Semarang di tahun anggaran 2016.

Di tahun anggaran 2016, katanya, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang sebesar Rp 4,4 triliun. Anggaran itu terdiri dari belanja tidak langsung sekitar Rp 1,6 triliun dan belanja langsung Rp 2,7 triliun.

”Ada 465 program dengan 3.084 kegiatan. Kegiatan tersebut di antaranya kegiatan fisik seperti peningkatan Jalan Kedungmundu, peningkatan Jembatan Jabungan, pembangunan Pasar Pedurungan, Kantor Diklat, Gedung Paviliun Gatotkaca RSUD Kota Semarang,” katanya, pada peresmian kegiatan-kegiatan Pemkot tahun 2016 di RSUD Kota Semarang, Selasa ( 17/1).

Di tahun 2017 ini, lanjut Adi Trihananto, masih banyak lagi proyek-proyek kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Semarang. Seperti di antaranya normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), jalan outer ring road, Simpang Susun, normalisasi Sungai Beringin, pembangunan sport center, dan pembangunan expo center.

RSUD Kota Semarang termasuk salah satu yang mendapat kegiatan di tahun anggaran 2016. Yaitu kegiatan pembangunan Gedung Paviliun Gatotkaca sekaligus perubahan nama rumah sakit menjadi RSUD KRMT Wongsonegoro.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya berkomitmen belanja langsung porsinya akan semakin besar dalam postur APBD Kota Semarang. Jika tahun 2016 lalu belanja langsung 65 persen dari total APBD sebesar Rp 4,4 triliun, maka tahun-tahun berikutnya harus di atas 70 persen.

”Pemkot komitmen melakukan efisiensi belanja tidak langsung. Kita ingin belanja langsung harus sudah di atas 70 persen,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.