3.656 Nyawa Melayang akibat Kecelakaan di Jawa Tengah

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 15.997 kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Jawa Tengah dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dari ribuan kasus tersebut, mengakibatkan 22.659 orang menjadi korban dan 3.656 di antaranya meninggal dunia.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, dari jumlah korban di tahun 2017 ini mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun 2016 lalu. Pada tahun 2016, kecelakaan lalulintas yang terjadi di Jawa Tengah mencapai 18.111 kasus. Dari jumlah kasus tersebut memakan korban sebanyak 25.805 orang dan 4.048 di antaranya meninggal dunia.

“Memang ada penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas di Jateng, sekitar 24,9%. Ini yang harus kita tingkatkan, agar nantinya masyarakat sadar pentingnya tertib berlalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” ujar Condro pada acara Refleksi Akhir Tahun 2017 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (29/12).

Condro juga mengatakan, dari sekian banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jawa Tengah, peristiwa paing menonjol terjadi pada 2 Febuari lalu. Peristiwa itu merupakan kecelakaan yang melibatkan Bus PO Sularis Jaya di Dusun Banara, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

“Bus itu yang membawa rombongan siswa SDN Jimbaran Wetan, Sidorajo, Jawa Timur. Kendaraan itu mengalami kecelakaan tercebur ke jurang sedalam 10 meter, ada tujuh orang meninggal akibat kecelakan tersebut,” imbuh Condro.

Selain di Karanganyar, kecelakaan yang juga menonjol terjadi di Batang pada 12 Juli lalu. Saat itu, truk tronton berpelat nomor BE 9925 CM mengalami kecelakaan karambol di Jalan Raya Dusun Plelen, Kecamatan Gringsing. Akibat kecelakaan itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Condro berharap, penurunan angka kecelakaan lalu lintas bisa terus berlangsung dari tahun ke tahun. Hal tersebut dimaksudan agar terciptanya kondisi yang aman dan nyaman untuk masyarakat Jawa Tengah Khususnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.