300 Polisi Kawal Prosesi Dugderan

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 300 personel berbagai satuan Polrestabes Semarang diterjunkan untuk mengamankan agenda karnaval Dugderan di Semarang, Kamis (25/5). Sebanyak 30 personel Brigadir Mobile (Brimob) juga diterjunkan untuk membantu proses pengamanan jalannya karnaval.

Apel pengamanan Dugderan di Balai Kota Semarang, Kamis (25/5) siang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Kita fokus kepada pengamanan pengaturan lalu lintas, pengamanan kepada peserta karnaval maupun pengamanan kepada pengguna jalan yang lain,” ujar Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP I GA DP Nugraha.

Personel sendiri terdiri dari jajaran Polsek, Dinas Perhubungan, dan Sat Lantas Polrestabes yang terkait dengan pengamanan lalulintas serta Sat Sabhara Polrestabes Semarang dibantu 3 Unit Sat Brimob Polda Jateng berjumlah 30 personel.

Iga menambahkan, 3 Unit Sat Brimob Polda Jateng yang disiagakan dengan latar belakang mereka yang memiliki kemampuan anti anarkis yang nantinya mereka akan berpatroli di sekitaran serta dalam radius rute karnaval.

Dilengkapi dengan persenjataan, menurut Iga, hal itu merupakan Standar Operasi Prosedur (SOP) dari jajaran Brimob Polda Jateng. Iga juga menambahkan, kelengkapan senjata tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Jakarta Timur, Rabu malam (24/5).

“Itu sudah SOP Dafi jajaran tersebut, karena mereka dibekali dengan kemampuan Jinak Bom (jibom), anti anarkis, jadi tidak ada hubungannya dengan bom yang terjadi di Jakarta Timur kemarin,” bebernya.

Selain itu, tambah Iga, situasi di Kota Semarang sendiri dirasa masih kondusif, sehingga tidak dilakukan pengamanan khusus, hanya saja dilakukan tindakan pengamanan yang bersifat antisipasi.

Agenda yang digelar warga Kota Semarang  untuk menyambut datangnya bulan puasa atau Ramadan itu diadakan dua kali. Karnaval kali pertama digelar Rabu (24/5) dengan menyertakan 15.000 pelajar di sekitar kawasan Simpang Lima, Semarang.

Sementara, karnaval Dugderan kali kedua yang digelar Kamis diikuti ribuan warga dari berbagai kalangan. Karnaval kedua ini mengambil rute mulai dari Balai Kota Semarang hingga Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). (fen)

You might also like

Comments are closed.