MK Nyatakan Pilwakot Semarang Konstitusional, Hendi-Ita Siap Dilantik

Pasangan calon Hendi - Ita melakukan foto selfie dengan latar belakang puluhan ribu pendukungnya di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Selasa (1/12) siang. Pasangan nomor urut 2 ini tinggal menunggu pelantikan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. Foto: istimewa
Pasangan calon Hendi – Ita melakukan foto selfie dengan latar belakang puluhan ribu pendukungnya di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Selasa (1/12) siang. Pasangan nomor urut 2 ini tinggal menunggu pelantikan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. Foto: istimewa

METROSEMARANG.COM – Mahkamah Konstitusi menyatakan Pemilihan Walikota Semarang 2015 bersih dari gugatan. Dengan demikian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bisa menggelar penetapan pasangan calon terpilih pada 22 Desember mendatang.

Keputusan MK tertuang dalam Surat Mahkamah Konstitusi Nomor 119/PAN.MK/12/2015 tentang Keterangan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2015. Surat tersebut ditujukan kepada KPU RI dengan tembusan KPU Kota Semarang.

Mengutip salinan Surat MK yang didapatkan metrosemarang.com, MK menyatakan bahwa, “daerah yang menyelenggarakan pemilihan dan telah melakukan pengumuman penetapan rekapitulasi perolehan suara pada tanggal 16 Desember 2015 namun tidak terdapat pasangan calon yang mengajukan permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan walikota ke Mahkamah Konstitusi sampai dengan tanggal 19 Desember 2015 selain yang termuat dalam Lampiran Surat keterangan ini adalah daerah yang tidak berperkara di Mahkamah Konstitusi”.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan, sesuai lampiran Surat MK tersebut, hanya ada tiga daerah di Jawa Tengah yang mengajukan gugatan di MK. Yakni Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Sragen. “Kota Semarang tidak ada, sehingga kita dinyatakan tidak ada gugatan atau perselisihan hasil pilkada,” katanya, Minggu (19/12).

Henry mengaku lega karena MK merupakan lembaga yang berwenang menguji konstitusionalitas pilkada. “Maka seluruh tahapan Pilwakot Semarang dinyatakan oleh MK sudah sesuai konstitusi,” tegasnya.

Tahapan selanjutnya ialah rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih. Untuk Kota Semarang, paslon terpilih yang akan ditetapkan ialah pasangan calon nomor urut dua Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Rekapitulasi suara KPU menyatakan, pasangan Hendi-Ita memenangi Pilwakot Semarang 2015 dengan meraup 320.745 suara. Mengalahkan pasangan calon nomor urut satu Soemarmo-Zuber Safawi 220.745 suara dan pasangan calon nomor urut tiga Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso 149.712 suara.

“Rapat pleno penetapan paslon terpilih nanti pada 22 Desember. Tempatnya belum kami plenokan,” ujar Henry.

Setelah penetapan paslon terpilih, KPU Kota Semarang akan mengirimkan hasilnya ke Kementerian Dalam Negeri. Warga Semarang kemudian tinggal menunggu pelantikan pemimpinnya. Menurut Henry, perkiraan awal pelantikan Walikota dan Wakil Walikota ialah pada bulan Maret 2016.

“Namun ada kabar Mendagri mau mengundurkan jadi April, Kita tunggu saja,” tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Hendi-Ita, Supriyadi, mengucapkan syukur atas lancarnya Pilwakot Semarang yang bersih dari perselisihan. “Apresiasi dan terimakasih saya untuk masyarakat yang sudah menggunakan hak pilihnya, KPU dan Panwas yang melaksanakan tugasnya secara profeisonal serta pihak TNI Polri yang membantu mewujudkan proses pendidikan demokrasi ini dengan lancar dan kondusif,” jelasnya.

Selanjutnya Supriyadi mengaharapkan paslon terpilih dapat merangkul seluruh elemen masyarakat. “Termasuk paslon satu dan tiga  untuk bersama-sama membangun Kota Semarang hebat,” tegasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.