Cerita Nelayan Tua Melawan Arwah Perempuan di Laut Jawa

Singgit kerap mengalami kejadian aneh saat melaut. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Singgit kerap mengalami kejadian aneh saat melaut. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Agar dapur tetap mengepul, sebagian orang rela menjalani pekerjaan apapun. Tak terkecuali bagi Singgit. Pria 68 tahun yang tinggal di Kampung Tambaklorok Semarang ini juga tergolong nekat dalam hal mencari nafkah bagi keluarganya.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa kenekatannya menjadi nelayan menyimpan secuil kisah misteri. Ceritanya berawal di tahun 2004 silam. Singgit berkata saat itu ia seperti biasa berpamitan dengan anak dan istrinya untuk mencari udang di perairan Laut Jawa.

“Tahun 2004 saya sanggup cari udang sendirian di tengah laut. Dari malam hingga pagi hari” kata Singgit dengan logat Jawa yang kental, saat berbincang dengan metrosemarang.com, Rabu (23/12).

Ia lantas melanjutkan, hanya berbekal branjang dirinya lalu melaut naik perahu yang bisa memuat 2 ton udang segar. “Malam-malam saya sudah terbiasa tanpa penerangan melaut sampai ke perairan yang paling dalam,” aku warga RT 05/II Kampung Tambaklorok tersebut.

Tapi, suasana di Laut Jawa yang ia arungi terasa agak aneh. Sunyi dan mencekam. Ia punya firasat kurang enak tatkala mengambang di tengah laut bersama perahunya. Ingatannya masih membekas kala itu perahu miliknya sampai tidak bergerak karena sepinya suasana di laut. “Tidak ada deburan ombak seperti biasanya,” terang Singgit.

Ia yang sedang sibuk mengangkat branjang ke atas laut tiba-tiba dikagetkan dengan suara manusia dari kejauhan. Samar-samar, kata Singgit, suara itu kian dekat dan membuatnya jadi penasaran. Itu adalah suara perempuan minta tolong, katanya. “Biar tidak menganggu saya, saya langsung menyahut seadanya sambil mengecek saya pakai senter,” ucap Singgit.

Tak sampai itu saja. Ia nekat mencari sumber suara perempuan tersebut dengan mengelilingi di sekitar wilayah tangkapan udangnya. Lagi-lagi hasilnya nihil. Tak ada seorang pun di situ kecuali dirinya.

“Karena menduga suara itu berasal dari perempuan yang tewas tenggelam di laut, maka saya coba cek berulang kali sampai-sampai sosok arwah gentayangan itu mengikuti saya dan lenyap begitu sampai ke tepi daratan. Enggak ada rasa takut sama sekali karena hal itu sudah biasa buat saya,” jelasnya.

Anehnya, usai suara perempuan misterius itu menghilang ia kembali dibuat kaget. Branjang yang ia taburkan di lokasi munculnya suara perempuan itu tiba-tiba dipenuhi udang.

“Dan saya simpulkan kalau itu adalah suara arwah perempuan yang gentayangan di laut. Mungkin dia mau minta tolong dicarikan jasadnya yang tenggelam. Yang jelas saya gembira karena setelah itu saya jadi panen udang,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.