5.000 Pemuda Katolik Gelar Srawung Lintas Agama untuk Sambut Asian Youth Day

METROSEMARANG.COM – Untuk menyongsong pelaksanaan Asian Youth Day (AYD) pada 2017, setidaknya 5.000 pemuda Katolik akan menggelar Srawung Lintas Agama di halaman Balai Kota Semarang, pada Minggu (5/3) nanti. Acara yang diinisiasi Keuskupan Agung Semarang (KAS) tersebut nantinya diisi kegiatan kepemudaan dan keagamaan untuk memupus radikalisme dan intoleransi.

Konferensi pers Srawung Lintas Agama di kantor Pastoral Keuskupan Agung Semarang, Rabu (1/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Romo Aloysius Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KAS mengatakan, Semarang jadi kota pertama yang menggelar acara perjumpaan orang-orang muda lintas agama untuk menyambut hajatan empat tahunan AYD.

“Dengan dimulai di Semarang, kami ingin mewujudkan peradaban kasih melalui moralitas hidup yang rukun dan damai. Makanya pada 5 Maret nanti akan ada rangkaian kegiatan yang mengekspresikan budaya dan pentas seni oleh anak muda dari berbagai lintas agama,” terang Romo Budi, di kantor Pastoral KAS Jalan Imam Bonjol Semarang, Rabu (1/3).

Selain Kota Lumpia, katanya acara serupa kembali diadakan di Magelang, Yogyakarta dan Solo. Ia ingin para pemuda Katolik menunjukkan kontribusi positifnya dalam rangka menjaga perdamaian dunia.

Upaya yang dilakukan ialah dengan menebar cinta dan kasih sebagai edukasi bahwa tidak ada agama manapun yang mengajarkan kebencian. “Semuanya penuh cinta kasih,” kata Pastor Gereja Paroki Kristus Raja Ungaran tersebut.

Ia pun ingin menampilkan pesan-pesan kehidupan yang mendamaikan umat manusia sekaligus mengajarkan bagaimana memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinnekaan. Agar masyarakat Semarang larut dalam acaranya, atraksi Barongsai bersama tarian Warak Ngendok akan tampil di Balai Kota.

“Warak Ngendok akan membuka acaranya. sebagai opening acaranya. Bila sesuai rencana, beberapa kartunis ikut melukis di sana. Yang jelas perpaduan ini sebagai bentuk peradaban kasih bagi masyarakat Semarang bagi apapun agamanya,” jelasnya.

Ia optimistis bahwa target peserta Srawung Lintas Agama menembus 5.000 orang bakal terwujud mengingat hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai 1.050 orang. Pihaknya kini tinggal menunggu konfirmasi dari lembaga pendidikan Katolik, 20 sekolah lainnya serta sejumlah komunitas lintas agama.

Ia berharap pertemuan dengan ribuan pemuda Katolik itu jadi gerakan awal untuk menguatkan paradigma menghadapi aksi radikalisme, toleransi dan terorisme. “Insiden bom Bandung justru jadi inspirasi kita semua bila untuk melawan api tidak perlu dengan api, tapi dengan cinta,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.