519 Pekerja Cina Menyerbu Jawa Tengah di Awal 2016

Ilustrasi Foto: bloomberg
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 519 pekerja Cina mulai awal tahun ini bekerja di berbagai sektor industri wilayah Jawa Tengah. Jumlah tenaga kerja asal Negeri Panda tersebut mendominasi dibanding pekerja dari negara lainnya.

“Sepanjang Januari 2016, sudah ada 1.823 pekerja yang mengurus izin kerja di Jawa Tengah. Dan bulan ini mereka mulai bekerja. Dari jumlah itu, 519 orang di antaranya berasal dari Cina,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertrasnduk) Jawa Tengah, Wika Bintang, kepada metrosemarang.com, Rabu (10/2).

Selain Cina, lanjut dia, pekerja lainnya yang masuk Jawa Tengah berasal dari 58 negara, seperti Korea Selatan ada 328 orang, India ada 128 orang, Jepang ada 126 orang, Taiwan ada 123 orang. Sementara yang lainnya berjumlah dibawah 56 orang.

“Mereka kebanyakan mendaftar kerja untuk industri garmen, PLTU Cilacap, sentra furniture di Jepara, pabrik besi dan tekstil,” tambahnya.

Industri-industri lain yang diincar pekerja asing yaitu sentra agriculture, pabrik pengolahan kayu, hotel berbintang empat dan pabrik ikan (fishing). Lokasinya berada di Temanggung, Jepara, Magelang dan Semarang. Total pabrik yang memiliki tenaga kerja asing terdapat 443 unit. “Untuk jumlah pekerjanya bervariasi antara lima orang sampai 20 orang,” kata Wika.

Dia memperkirakan gelombang pekerja asing bakal melonjak tajam pada bulan-bulan berikutnya. Pihaknya kini telah memperketat izin kerja bagi orang asing yang tinggal di Jawa Tengah. “Kita wajibkan mereka fasih berbahasa Indonesia, melengkapi dokumen kerja lewat online kepada Kementerian terkait. Sehingga bisa keliatan apakah mereka ilegal atau tidak,” terang Wika.

Sejauh ini, Wika telah menemukan 10 pekerja asing di Solo dan Jepara yang dideportasi karena berstatus ilegal. Disamping pendaftar baru, rata-rata tiap bulan terdapat 15-20 pekerja asing yang melakukan perpanjangan izin kontrak di dinas kabupaten/kota. “Izin memperkerjakan asing lalu diteruskan kepada kami,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.