52 Bidang Lahan Belum Dibebaskan, Kampung Bahari Tambaklorok Terancam Molor

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Kontrak pekerjaan saat ini tinggal menyisakan waktu 3 bulan lagi, namun sebanyak 52 bidang lahan baik tanah maupun bangunan masih belum selesai dibebaskan.

Pemasangan tiang pancang untuk proyek Kampung Wisata Bahari Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/dok

Selain masalah pembebasan lahan, warga sekitar juga tidak mau memberikan toleransi untuk pekerjaan  lembur malam hari. Karena getaran yang dihasilkan dalam pengerjaan proyek tersebut dinilai sangat mengganggu.

”Untuk progres pekerjaan sampai 2 Juli 2017 memang sesuai jadwal mencapai 87,61%. Tetapi kalau masalah pembebasan lahan belum kelar dikhawatirkan proyek tersebut tidak selesai,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, M Farchan, Senin (10/7).

Dia mengatakan, waktu pelaksanaan proyek Kampung Bahari tersebut 716 hari kalender. Dimulai 23 Oktober 2015 dan ditargetkan rampung 7 Oktober 2017. Nilai kontraknya mencapai sekitar Rp 151,151 miliar. Sehingga saat ini waktu pengerjaan proyek tersebut tinggal 92 hari atau sekitar 3 bulan.

Menurutnya, Pemkot harus melakukan sosialisasi dan pendekatan lagi kepada warga terkait pembebasan lahan dan toleransi pekerjaan lembur proyek tersebut. Adapun untuk lahan yang sudah dibebaskan sudah ada sebanyak 120 bidang.

”Perlu dukungan warga sekitar, utamanya untuk mengatasi permasalahan rob dan banjir yang selama ini jadi akar masalah yang melanda lingkungan itu. Saya khawatir jika pekerjaan ini tidak selesai tepat waktu, maka akan berhenti dan anggaran belum tentu digulirkan lagi,” tegasnya.

Sementara untuk pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok sendiri, setelah pembangunan sheetpile rencananya akan dilanjutkan dengan pembangunan ruang terbuka hijau, jalur hijau, pengembangan street furniture, dan revitalisasi Pasar Tambaklorok. (duh)

You might also like

Comments are closed.